Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan AS ke Afghanistan Selatan, 20 Tewas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2005 14:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pesawat perang Amerika Serikat menembaki para pejuang Taliban hingga menewaskan 15 hingga 20 orang yang diduga pejuang Taliban di Afghanistan selatan sebagai serangan terakhir dari gelombang kekerasan baru yang melanda negara itu, kata militer AS, Minggu.

Pejuang  itu tewas ketika tentara pimpinan-AS mendapat serangan senjata kecil dan roket dari pejuang dan memanggil pesawat dan helikopter serang  di provinsi Helmand, kata militer AS dalam satu pernyataan.

"Pesawat dan helikopter serang AS melawam musuh. Taksiran awal  kerusakan karena pertempuran mengindikasikan 15 hingga 20 musuh tewas," kata pernyataan yang berpihak pada Amerika itu menambahkan.

Sebuah kendaraan milik penyerang juga rusak akibat serangan itu, kata pernyataan tersebut.

Pernyataan itu mengatakan tidak ada tentara koalisi pimpinan-AS terluka dalam pertempuran di Grishk, distrik di provinsi Helmand yang rusak karena pemberontakan, yang dihantam oleh gelombang baru serangan pejuang dalam beberapa bulan belakangan ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Afghanistan tenggara, yang diduga sebuah bom tepi jalan menghantam sebuah mobil PBB yang membawa staf pemilihan Afghanistan, merusak kendaraan itu tapi tidak menimbulkan korban, kata polisi, Minggu.

Tidak ada dari lima penumpang yang naik kendaraan yang ditandai-PBB itu terluka ketika bom tersebut diledakkan dengan kendali jarak jauh di daerah Ali Shir di provinsi Khost, kata Mohammad Ayoob, komandan polisi di provinsi itu.

Satu hari sebelumnya yang diduga pejuang Taliban menyerang dan menewaskan seorang hakim dan dua pejabat lainnya dalam satu serangan saat mereka pulang dari makan malam di distrik Nad Ali ke Lashkar Gah, ibukota Helmand.

"Saat mereka datang dari jamuan makan malam mereka diserang dan tewas dalam perjalanan mereka kembali ke Lashkar Gah," kata kepala keamanan provinsi Amanullah, yang menggunakan satu nama. Ia mempersalahkan serangan itu pada Taliban.

Pejuang Taliban Minggu mengaku telah mengeksekusi seorang kepala polisi distrik dan tujuh orang lainnya yang berada di antara 13 sandera yang ditangkap dalam serangan di markas pemerintah distrik di Afghanistan selatan, kata jurubicara pejuang.

"Nanay Agha, kepala polisi distrik Mian Wisheen, telah diadili dan dieksekusi oleh pengadilan kami", karena bekerjasama dengan tentara AS, kata Abdul Latif Hakimi, jurubicara rezim Taliban yang telah tumbang, melalui telpon satelit dari satu lokasi yang tak diketahui.

Hakimi mengatakan tujuh sandera yang lain telah dieksekusi pada pukul 17 waktu setempat (pukul 19.30 WIB). Tidak ada pejabat pemerintah yang segera ada untuk mengomentari mengenai pernyataan itu.

Kebanyakan korban itu adalah para pendukung pemerintah boneka yang jelas memihak Amerika Serikat (AS).

Pejuang Taliban juga menembakkan sedikitnya tiga roket, satu dari roket itu jatuh dekat sebuah pos terdepan militer AS, ke kota Kandahar di Afghanistan selatan Minggu dinihari.

Pejuang telah meningkatkan serangan pada pasukan pimpinan-AS dan sasaran pemerintah beberapa bulan belakangan ini.

Meskipun ada kehadiran 18.000 personil pasukan pimpinan-AS yang masih tetap di Afghanistan setelah jatuhnya Taliban akhir 2001, namun hingga kini, perlawanan tetap tiada henti. Bahkan dikabarkan masih menyerang tentara setempat dan pasukan asing.

Bagaimanapun, serangan terhadap pasukan Taliban itu tidak akan serta merta membuat kebencian mereka jadi berhenti terhadap Amerika yang telah merampas tanahnya. (ant/afp/cha) 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Promosi Perkawinan Lesbi di Trans-TV”
Tulisan selanjutnya Clinton Minta Gedung Putih Tutup Penjara Guantanamo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?