Hidayatullah.com–Banyak hal yang dibahas dalam sidang Menteri-Menteri anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di ibu kota Uganda, Kambala. Diantara isu terpenting yang diperbincangkan dalam sidang tersebut adalah masalah HAM, Nuklir, pengupayaan perdamaian Palestina, hingga persatuan negara-negara Muslim.
Sidang tersebut digelar selama tiga hari berturut-turut, yang dimulai sejak hari Rabu (18/6) hingga Jum’at (20/6), sekaligus sebagai sidang menlu-menlu OKI ke-35. Demikian dilansir surat kabar terkemuka Timur Tengah, al-Sharq al-Awsath, edisi Jumat (20/6).
Sekjen OKI yang berasal dari Turki Ekmeleddin Ehsan Oglu dalam kalimat sambutannya mengharapkan sidang yang digelar kali ini dapat menghasilkan butir-butir kesepakatan, rekomendasi, dan resolusi yang dapat memperbaiki dan memajukan negara-negara Muslim.
Oglu juga mendesak sidang kali ini dapat menekan sejumlah aksi Israel yang kian menjadikan bangsa Palestina semakin terpuruk.
Presiden Uganda Yuri Mosvini yang hadir dalam sidang kali itu juga ikut memberikan kata sambutannya. Mosvini lebih mendorong negara-negara OKI semakin meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan politik.
Selama tiga hari berturut-turut sidang para menlu OKI berjalan dengan lancar. Isu terpenting yang menjadi pembahasan sidang adalah permasalan HAM, utamanya menyangkut pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Selain masalah HAM, isu terpenting lainnya yang dibahas dalam sidang tersebut adalah nuklir. Sidang merekomendasikan agar kawasan Timur Tengah dan negara-negara Muslim lainnya bersih dari senjata nuklir.
Disamping itu, sidang juga meneguhkan pentingnya negara-negara Muslim untuk mengukuhkan persatuan mereka. Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki menyebut sikap bersama dan persatuan dunia Islam sebagai harga mati dalam menghadapi tantangan dunia saat ini. [asharqalawsat/atj/hidayatullah.com]