Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Menguak Sejarah Ilmu Kentut, Flatologi (Bagian 1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2009 00:06
Bagikan
Bagikan

oleh: Catur Sriherwanto

Hidayatullah.Com – Tertawa, tersenyum, atau perasaan geli. Barangkali itu yang muncul seketika dalam diri seseorang saat mendengar kata atau bunyi kentut, gas buangan anus. Setelah itu, orang mungkin melupakan begitu saja bahasan ini, dijadikan bahan tertawaan dan senda gurau lebih lanjut atau bersikap biasa saja. Seolah barang yang satu ini tercipta sebagai benda biasa, atau bahkan barang cemoohan, senda gurau, main-main, sehingga terkesan tanpa makna atau memiliki arti buruk.

Namun, benarkah demikian? Jika Pencipta gas perut itu adalah Sang Mahakuasa, Maha Berilmu dan Maha Sempurna, Yang mencipta setiap sesuatu untuk tujuan pasti yang serius dan bukan untuk main-main, maka sudah pasti sikap mudah mencemooh barang seperti kentut tidaklah tepat. Sebab, itu berarti mencemooh salah satu ciptaan Allah yang Dia ciptakan dengan segenap kesempurnaan dan kehebatan luar biasa. Dan Allah Yang Mahaluas ilmu-Nya menciptakan segenap ciptaan-Nya bukan untuk tujuan agar dicemoohkan manusia yang pengetahuannya tidak seberapa itu.

Kesempurnaan serta pengetahuan tak terbatas seputar kentut hanya akan didapati orang-orang yang mau menggunakan akalnya dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk meneliti gas perut itu. Sebaliknya, kelalaian mensyukuri nikmat akal dan pikiran, akan membuat orang mudah terlena, tidak menggunakan akalnya sebagaimana mestinya dengan perilaku tidak serius dan tidak tepat. Bahkan ada yang sampai menjadikan kentut sebagai bahan olok-olok atau tertawaan.

Uraian di bawah ini mengisahkan sejarah ilmu kentut, atau yang diistilahkan sebagai Flatologi (Flatology, the science of flatulence). Kemunculan dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan gas keluaran usus ini menjadi saksi akan segudang hal luar biasa dari kentut, beserta ilmu dan pengetahuan mahaluas dari sang Penciptanya. Di samping itu, banyak pelajaran baik darinya yang dapat dijadikan panutan, di antaranya agar manusia tidak mudah meremehkan ciptaan Allah apa pun, bahkan seremeh kentut.

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

Sang dokter kentut

Sejarah modern ilmu kentut tidak dapat dilepaskan dari sang perintisnya, Dr. Michael D. Levitt. Dr Levitt digelari “Dokter Kentut”, karena dialah salah seorang pakar terkemuka dunia di bidang ilmu pengetahuan tentang gas perut itu. Lebih dari 250 tulisan ilmiah mengenai kentut telah terbit di jurnal-jurnal kedokteran, di mana Dr. Levitt sebagai penulis utama atau pendamping.

Dr. Levitt adalah seorang ahli gastroenterologi yang tercatat bekerja di the Veterans Affairs Medical Center, Minneapolis, Amerika Serikat. Gastroenterologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem pencernaan makanan dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengannya. Tak heran jika kentut erat sekali kaitannya dengan bidang ini pula. Kentut adalah sebuah nikmat luar biasa yang diciptakan pada manusia, yang dengannya tubuh membebaskan usus besar dari gas-gas yang tak dikehendaki dan menghilangkan tekanan yang tak diinginkan dari dalam usus.

Berawal dari kentut bermasalah

Kisah asal mula kemunculan ilmu kentut bukanlah sesuatu yang sengaja dirancang dari awal. Suatu ketika pada tahun 1976 Dr. Levitt didatangi oleh seorang pasien yang selama 5 tahun telah menderita kelainan berupa kentut berlebihan. Sejak tahun 1971, sang pasien yang kala itu berusia 28 tahun mengaku telah melepaskan gas perut dalam jumlah berlebihan, jauh melebihi yang sebelum-sebelumnya.

Ini bukan sekedar pengakuan lugu sang pasien. Lebih dari itu, layaknya seorang peneliti, sang pasien mencatat dengan cermat gas keluaran duburnya itu selama 2 tahun belakangan. Ketika catatan ini ia tunjukkan kepada Dr. Levitt, sang dokter pun terkejut. Betapa tidak, berdasarkan data kentut itu, sang pasien menyemburkan gas perutnya 34 kali perhari, bahkan beberapa hari bisa mencapai 40 kali.

Dr. Levitt ternyata tidak kuasa menanggapi data-data kentut yang diperlihatkan sang pasien itu. Mengapa? Sederhana saja, sang dokter tidak memiliki data mengenai kentut pada orang sehat atau normal. Sehingga dia tidak dapat membandingkan tingkat keseringan kentut sang pasien itu dengan tingkat keseringan kentut pada orang sehat. Jadi, sudah pasti sulit mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa si pasien itu sehat atau sakit, mengalami kelainan atau tidak mengidap penyakit. Ini karena sang dokter tidak tahu, bagaimana data-data kentut seperti itu kalau pada orang sehat

Untuk mencari jalan keluar, Dr. Levitt pun lalu merekrut sejumlah orang sehat untuk mengumpulkan data-data penting mengenai kentut mereka (bersambung).

 

source foto:http://media.nih.gov

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musim Liburan, Musim Kecemasan di Saudi
Tulisan selanjutnya Temuan Ilmiah Modern: Amal Baik Membahagiakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?