Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lewat Perdebatan Sengit, Sekolah Islam Saudi di AS Mendapat Izin Perluasan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2009 13:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah melewati dengar pendapat umum pada 3 Agustus, berdasarkan hasil voting 6-4 yang dilakukan The Fairfax County Board of Supervisors, akhirnya Islamic Saudi Academy mendapatkan izin perluasan area pendidikannya di kota Fairfax, Virginia, Amerika Serikat.

Dengan izin itu ISA bisa membangun sebuah gedung baru yang akan mampu menampung 500 orang siswa.

Islamic Saudi Academy adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1984. Sekolah itu memiliki 1.000 siswa, mulai dari pra-taman kanak-kanak  hingga sekolah menengah atas (kelas 12). Sekitar 80% siswanya merupakan warga negara AS yang berasal dari komunitas Muslim.

Sebagian besar siswa menggunakan gedung sekolah yang ada di lokasi kedua, di Alexandria, Fairfax. Sekolah ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah Arab Saudi di Amerika Serikat.

Pemberian izin pembangunan gedung baru itu tentu saja memicu protes kelompok masyarakat yang anti-Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bagaimana bisa mereka…  Apakah mereka siswa baik-baik? Katakanlah mereka siswa baik-baik, tapi mereka mempelajari hal yang salah,” kata kritikus pendidikan Ruth Mizell, setelah voting dilakukan, sebagaimana dikutip MyFOXDC.

“Kita harus mencegah orang-orang ini. Perjelas ini, mereka mungkin bisa membeli 6 suara itu, tapi mereka tidak bisa membeli suara saya,”  kata Lafferty. “Kami akan  dukung –bahkan jika itu Pee Wee Herman– kami akan dukung siapapun yang menentang mereka.”

James Lafferty  ini memang sepertinya seorang penderita Islamophobia. Ia adalah Ketua Virginia Anti-Shariah Task Force (VAST).

Pada 13 Juli 2009 FoxNews dalam beritanya tentang koalisi penentang ISA, mengutip Lafferty, “Hukum syariah itu anti-konstitusi dan kami merasa itu adalah hal yang sangat tidak pantas untuk dipergunakan di tanah ini, di negara di mana konstitusi itu lahir.”

Lafferty bersama 10 kelompok lainnya menentang perluasan area sekolah dengan alasan sekolah itu mengajarkan hukum syariah, yang berarti mengganti konstitusi AS dengan hukum yang “sangat terbelakang dan barbar.”

Lebih konyol lagi pernyataannya kepada FoxNews ketika itu seperti orang yang paham benar dengan agama Islam. Katanya, “Hukum syariah memberikan hak berdasarkan jenis kelamin dan agama. Mereka membagi hak berdasarkan gender dan agama. Jika Anda seorang laki-laki dan Muslim, maka Anda punya hak. Jika tidak, maka Anda tidak punya hak.”

Begitu sengitnya perlawanan kelompok anti-Islam itu, hingga FoxNews menyebut  dalam laporannya (13/7) dengan “Perang suci sedang terjadi di Virgina.”

Sejumlah orang dalam dengar pendapat umum mengatakan, mereka khawatir terjadi kemacetan di sekitar lokasi. Sementara sejumlah lainnya beralasan keberatan dengan ideologi yang diajarkan dalam kurikulum sekolah.

Dalam websitenya dikatakan, lembaga pendidikan ISA bertujuan membekali para siswa dengan bekal akademik yang baik, sekaligus  nilai-nilai Islam dan keterampilan berbahasa Arab.

Pejabat kota Fairfax sendiri mengatakan, izin diberikan semata berdasarkan atas kebutuhan untuk perluasan bangunan, bukan berdasarkan apa yang terjadi di dalam kelas.

Sekolah itu juga sudah menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kurikulum agama, yang telah direvisi berkali-kali untuk menghilangkan kalimat berbau jihad.

Para siswa, orangtua, dan guru mengatakan, sekolah itu tidak mengajarkan intoleransi.

“Selama saya bersekolah di ISA, saya tidak pernah diajarkan untuk membenci siapapun,” kata Heba Rashed, 16 tahun.

Kurikulum sekolah itu direvisi pada awal tahun ajaran 2008-2009, setelah Commission on International Religious Freedom AS mengecam buku teks yang digunakan.

Para kritikus pendidikan mengatakan, sebagian besar materi yang bersifat ofensif telah dikeluarkan. “Pembahasan tentang pembunuhan tidak ada lagi,” kata Ali Al-Ahmad, Kepala Institute for Gulf Affairs yang juga kritikus pemerintah Arab Saudi.

Pengacara Lynne Strobel yang mewakili pihak sekolah menyatakan, kegembiraannya terhadap hasil voting dan mengatakan sekolah akan berusaha mengatasi kemacetan lalulintas yang mungkin terjadi. [di/fn,mf/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Negeri Komunis Tetapkan Mata Pelajaran Islam di Sekolah-Sekolah
Tulisan selanjutnya Delegasi Israel Melakukan Kunjungan Resmi ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?