Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Remaja Barat Bingung Jenis Kelaminnya Sendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2009 13:46
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Kebebasan yang didengungkan masyarakat Barat memang kelewat batas. Beberapa tahun belakangan semakin banyak anak-anak yang dibiarkan tidak memahami eksistensi dan jatidirinya dengan baik, hingga akhirnya banyak muncul kasus operasi ganti kelamin di kalangan anak-anak remaja. Alasan yang biasa dikemukakan adalah karena mereka mengalami gender dysphoria, keadaan di mana seseorang merasa terperangkap pada tubuh dengan jenis kelamin yang salah.

Padahal jika diperhatikan lebih cermat, masalah itu adalah karena kebiasaan sejak kecil. Anak-anak itu dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan yang baik untuk mengenal siapa dirinya. Orangtua hanya “pasrah” menuruti kebiasaan yang ditunjukkan oleh anak mereka, hingga akhirnya terbawa hingga dewasa. Jelas sekali orangtua tidak menggunakan masa 0 tahun hingga balita, yang merupakan masa emas untuk pembentukan jatidiri anak.

***
Liburan sekolah di musim panas sudah usai. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di tenggara Inggris, masuk ke sekolah menengah pertamanya sebagai seorang siswi. Ia mengenakan pakaian anak perempuan, rambutnya diikat ke belakang dan dihiasi pita.

Tentu saja bocah itu, segera menjadi bahan ejekan teman-teman sekolah yang sudah mengenalnya sejak sekolah dasar.

Akibatnya, sekolah yang memiliki 1.000 anak murid itu melakukan pertemuan darurat. Memerintahkan anak-anak didiknya untuk memperlakukan bocah itu sebagai anak perempuan, dan memanggilnya dengan nama baru pemberian ibunya.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Namun, para wali murid menjadi marah demi melihat anak-anak mereka menangis mendengar kabar tentang seorang siswa yang berubah menjadi siswi itu. Para orangtua mengatakan seharusnya pihak sekolah mmberitahukan masalah itu kepada mereka sebelumnya, agar anak-anak bisa mendapatkan pengarahan dan berbicara dengan orangtua seputar masalah gender.

Seorang ibu yang putrinya menjadi teman sekelas bocah itu di bangku SD mengatakan kepada The Sun, “Ia (putri saya) menceritakan kepada saya bahwa bocah laki-laki itu menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya.”

“Yang sangat menjengkelkan para wali murid adalah sekolah tidak berusaha terlebih dahulu mengirimi surat, sehingga kami bisa menjelaskan hal itu dengan cara kami sendiri.”

“Mereka (anak-anak) hanya diberitahu, ‘Kalian mungkin melihat ada satu anak yang tidak hadir di ruangan ini, itu karena murid tersebut sekarang menjadi anak perempuan.'”

“Anak perempuan itu, sekarang langsung menuju “nereka”, akibat masalah ini ditangani seperti sekarang ini.”

Semua kekacauan itu bisa dipahami, karena dulu ketika SD, guru kepalanya meminta murid-murid untuk memperlakukan bocah itu sebagai anak laki-laki, sementara anak itu menunjukkan perilaku feminin. Ia mengenakan bikini ketika pelajaran berenang, mengikat rambutnya dan mengendarai skuter merah muda.

Ibunya berkata, “Kami bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk anak kami. Kami juga bekerjasama dengan lembaga lain guna memastikan bahwa kesejahteraan anak kami dilindungi.”

Anak yang sudah bertahun-tahun ke sekolah memakai pita itu sedang bersiap menjalani terapi hormon dan operasi ganti kelamin. Ia mungkin akan menjadi orang termuda yang melakukan operasi itu.

Kebiasaan sejak kecil

Saat ini orang termuda yang pernah menjalani operasi ganti kelamin adalah Kim Petras. Remaja Jerman itu terlahir dengan nama Tim Petras. Menurut orangtuanya, anak itu telah ngotot menyatakan dirinya sebagai perempuan sejak usia dua tahun.

Kim menjalani operasi ganti kelamin tahun lalu, saat usianya 16 tahun. Sebelumnya ia telah menjadi model untuk sebuah jaringan salon rambut Jerman. Sekarang ia meniti karir sebagai seorang penyanyi dan telah meluncurkan 2 buah lagu.

Mengenai operasinya ia berkata, “Saya ditanya apakah sekarang merasa seperti perempuan. Sebetulnya saya selalu merasa seperti seorang wanita, hanya saya terperangkap di dalam tubuh yang salah.”

Di Belanda, ada Willem. Ia pertama kali ke sekolah mengenakan rok saat berumur 9 tahun. Sebelumnya, orangtuanya mengijinkan dia untuk mengenakan pakaian “unisex”, semisal celana panjang dan kemeja yang berwarna cerah, karena khawatir atas reaksi dari teman sekolahnya.

Namun sebenarnya sejak sekolah di taman bermain dia telah menyukai boneka, dan mengenakan pakaian seorang putri ketika menghadiri pesta kostum.

Bulan Mei tahun ini, seorang remaja Australia berusia 17 tahun, sebut saja dengan “Alex” (bukan nama sebenarnya), sudah diijinkan oleh pengadilan keluarga untuk melakukan mastectomy (operasi menghilangkan payudara) agar lebih terlihat sebagai laki-laki.

Sejak usia 13 tahun ia telah melakukan perawatan hormonal agar tidak mengalami menstruasi dan agar payudaranya tidak tumbuh.

Kepala pengadilan, Diana Bryant, mengatakan bahwa ijin operasi itu merupakan hal yang terbaik untuk kepentingan remaja itu, yaitu diberikan sebelum ia berusia 18 tahun.

Wanita itu berkata, “Pada akhirnya, itu bukanlah masalah yang sulit, karena masalah yang sebenarnya adalah, apakah ia (Alex) akan melakukan operasi itu saat usia 17 atau 18 tahun, setelah itu ia tidak perlu ijin.”

“Jadi masalahnya, apakah ia akan berubah pikiran saat ini, apakah melakukan operasi itu–saat itu dilakukan–adalah hal yang terbaik untuk kepentingan dirinya?”

Satu orang anak Belanda lainnya, Valentin, mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin “memotong zakarnya.”

Ibunya bercerita mengenai kebiasaan anaknya sejak kecil, “Ketika menonton film, Valentin selalu mengidentifikasikan dirinya dengan karakter perempuan. Ia selalu berpura-pura menjadi Putri Salju atau Putri Mawar, dan tidak pernah sebagai pangeran.”[di/tg/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dhuafa Majene Belum dapat Bantuan Lebaran
Tulisan selanjutnya Yusuf Islam Kembali Ke Panggung Musik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?