Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diplomat AS Mundur Karena Perang Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2009 11:31
Bagikan
Bagikan

 
Hidayatullah.com–Surat kabar The Washington Post Selasa [27/10] mengatakan, Matthew Hoh, 36 tahun, pejabat senior Deplu di provinsi Afghanistan, Zabul, yang merupakan daerah persembunyian kelompok pejuang Taliban, sampai dia mundur bulan lalu.

Latar belakangnya di bidang sipil maupun militer mungkin memandang, pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini sedang meningkatkan upaya kontra-pemberontakannya di negara yang porak poranda dilanda perang itu. Namun dalam suratnya tertanggal 10 September kepada kepala personalia Deplum Hoh menulis: “Saya kehilangan pemahaman dan kepercayaan terhadap tujuan strategi kehadiran AS di Afghanistan.” “Saya khawatir dan keberatan mengenai strategi kami saat ini dan rencana strategi yang akan datang, namun pengunduran diri saya bukan berdasarkan bagaimana kami menangani perang ini, tapi mengapa dan kapan berakhirnya,” kata mantan kapten Satuan Angkatan Laut itu, menurut komentar-komentar yang disiarkan oleh Washington Post.

Pengunduran diri tersebut, kata surat kabar itu, “mengirimkan reaksi kepada Gedung Putih”, dan para pejabat pemerintah berebut membujuk agar Hoh membatalkan niatnya, khawatir dia akan menjadi kecaman utama kebijakan yang dijanjikan kepada Afghanistan.

Hoh ditawari tugas setingkat staf senior pada kedutaan AS di Kabul, yang dia tolak, dan terbang ke Washington untuk melakukan pertemuan langsung dengan  perwakilan khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, Richard Holbrooke. “Kami menganggap suratnya sangat serius, karena dia adalah perwira yang baik,” kata Holbrooke dalam wawancara dengan harian itu.

Holbrooke semula membujuk Hoh – yang juga menjabat dengan mengenakan seragam di Pentagon dan sebagai sipil di Irak – bahwa dengan masih berada di pemerintahan, dia akan lebih efektif dalam mengubah kebijakan AS di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun diplomat itu mengubah pikirannya pekan lalu, dan lagi mengajukan pengundurannya, yang dituntaskan Rabu. “Saya  berada di tempat yang tak cocok untuk melakukan sesuatu,” katanya kepada The Washington Post.

Pada saat Obama sedang mempertimbangkan keputusan untuk mengirimkan puluhan ribu tentara tambahan AS ke kancah Afghanistan, Hoh mengatakan dia memutuskan untuk berbicara bebas dari pengaruh pendapat umum.

“Saya ingin masyarakat di Iowa, di Arkansas, di Arizona untuk menghubungi anggota kongres mereka dan mengatakan ‘dengar, saya tak berpendapat ini benar.” [ant/afp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghitung Nikmat Rambut
Tulisan selanjutnya Pemrov DKI Pangkas Anggaran untuk MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia

Berita
10 September 2026 13:13
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?