Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Herman van Veen: Partai Geert Wilders Ancaman Demokrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 November 2009 20:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Partai ‘anti Muslim’ PVV pimpinan Geert Wilders bisa menjadi NSB, itulah gerakan di Belanda yang dekat dengan Nazi selama Perang Dunia Kedua. Demikian Herman van Veen, penyanyi dan pemain teater Belanda yang juga terkenal di Jerman.

Menyusul peringatan itu, Herman van Veen menerima ribuan surat elektronik email yang bernada kebencian. Pengirimnya adalah pendukung Wilders. Isinya hal-hal yang tidak enak, setelah peringatannya menyebutkan bahwa struktur PVV pimpinan Wilders tidak demokratis.

Koran De Telegraaf Senin lalu melaporkan pidato Herman van Veen, 64 tahun, di Utrecht untuk memperingati 20 tahun bobolnya Tembok Berlin. Saat itu, si penyanyi memperingatkan hadirin bahwa Partai Kebebasan PVV tidak menerima anggota dan didanai oleh sumbangan, bukan iuran anggotanya.

“Partai seperti itu adalah ancaman untuk demokrasi,” kata Herman van Veen.

Pada situs webnya Herman van Veen menjelaskan pendapatnya lebih jauh. Ucapannya Ahad silam di Utrecht dibangkitkan oleh wawancara kontroversialnya di Jerman Timur, tiga minggu sebelum Tembok Berlin bobol.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para jurnalis Jerman Timur harus berurusan dengan kaum komunis penguasa negeri itu, karena berani mengumumkan wawancara dengan Herman van Veen.

Menengok kembali kejadian itu, “Saya menyatakan prhatin terhadap sistem otoriter zaman dulu, dan menegaskan, kita harus berani menuntut supaya partai politik harus berdasarkan azas demokrasi. Saya ingin menjelaskan bahwa PVV tidak harus menjadi NSB. Jangan sampai sejarah seseorang menjadi masa depan yang lainnya. Menurut saya, PVV itu bukan partai politik, tetapi perhimpunan dan pergerakan yang diputuskan oleh satu orang. Ini tidak demokratis. Karena itu saya prihatin. Isi ribuan reaksi yang saya terima menguatkan keprihatinan saya itu.”

Menghitamkan

Sementara itu, pengacara Geert Wilders, Bram Moszkowicz, dalam wawancara televisi menyatakan, ucapan penyanyi Herman van Veen itu lelucon saja dan menambahkan, “saya tergoda untuk menggunakan kata ‘memalukan dan tidak hormat'”. Ucapan penyanyi ini “menghina dua juta orang,” kata Moskowicz memperkirakan jumlah pengikut PVV.

Ia memperingatkan bahaya “menghitamkan” Geert Wilders. “Ini bisa mengakibatkan serangan. Orang-orang yang dibuat jadi hitam sampai dibunuh di masa lampau,” katanya menunjuk pada pembunuhan politikus populer Pim Fortuyn pada tahun 2002.

Bram Moszkowicz yang gila media itu menampik segala macam persamaan Nazi pimpinan Hilter dengan PVV pimpinan Geert Wilders, sambil menunjuk pada pertemuan yang belum lama ini berlangsung antara Wilders dengan penulis Amerika keturunan Yahudi Elie Wiesel. “Eli Wiesel tidak akan duduk bersama seorang pemimpin NSB,” kata Moszkowicz.

Kalau begitu kenapa Partai Kebebasan PVV pimpinan Geert Wilders tidak punya anggota? “Kalau sampai punya anggota, maka kalangan yang tidak bermaksud baik akan bisa merusak PVV dari dalam,” jelas Bram Moszkowicz. Wilders sendiri tidak berkomentar tentang hal ini, karena menurutnya siapa saja di Belanda berhak bicara di depan umum.

Reaksi yang muncul pada situs harian populis De Telegraaf, menunjukkan bahwa Wilders selalu berdalih kebebasan berpendapat kalau ia membuat pernyataan yang dianggap membangkitkan kebencian. Tetapi kalau orang lain yang menggunakan kebebasan yang sama, dalam hal ini penyanyi Herman van Veen, maka pengikut Wilders akan marah. Sedangkan seorang lain menulis, ribut-ribut ini muncul karena harian De Telegraaf salah dalam melaporkan ucapan penyanyi Herman van Veen. [rnl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Berkarakter “Kristus” Internasional Dibuka di Kemang Village
Tulisan selanjutnya Akan Terbit Ensiklopedia Islam Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?