Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Pengalaman Gadis Muslim AS Berhijab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2010 17:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sara Uddin tersenyum sambil memperbaiki hijab hitamnya setelah menunaikan shalat Jumat bersama sejumlah Muslim laki-laki dan perempuan.

Keluar dari ruangan, ia telah bersiap diri menghadapi aneka pertanyaan, tatapan, bahkan anggapan negatif tenang sehelai kain yang menutupi kepalanya.

“Saya ingin mengalahkan semua stereotipe dengan hijab ini, dan cara satu-satunya adalah dengan membicarakannya,” ujar Sara kepada IslamOnline.

Sara, gadis berusia 22 tahun, telah mengenakan hijab selama hampir 4 tahun.

“Pertama kali saya mengenakannya ketika duduk di SMA di San Diego, California. Rasanya menyenangkan. Tempat itu sangat beragam dan orang-orang menampakkan budaya dan kepercayaan yang berbeda-beda,” katanya mengenang.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Namun ketika saya kembali ke Washington, saya mendapati sejumlah tatapan (sinis) dari komunitas non-Muslim. Saya paham, mungkin situasinya berbeda.”

Sara mengatakan, meskipun ia tidak menerima serangan nyata karena jilbabnya, namun pandangan negatif sering diterimanya.

“Menurut saya bagus jika saya dikomentari, karena itu berarti kesempatan untuk menunjukkan siapa saya, dan mengapa saya melakukannya (berhijab).”

Dalam Islam hijab adalah sebuah kewajiban, bukan sebuah simbol relijius yang menandakan afiliasi seseorang terhadap suatu aliran.

“Saya orang Amerika, saya dilahirkan di sini dan memiliki teman-teman di sini,” kata gadis yang bekerja di bank itu penuh percaya diri.

“Dan saya adalah seorang Muslim. Ini (hijab) adalah bagian dari aturan Islam, dan saya berpegang teguh padanya.”

Meskipun tidak ada data resmi, diperkirakan ada 7-8 juta Muslim yang menetap di Amerika Serikat.

Bagi Amina Saleh, 24 tahun, hijab tidak pernah menjadi halangan untuk meraih cita-citanya.

“Sekarang saya bekerja di bidang kesehatan masyarakat, dan saya berjumpa dengan banyak orang setiap harinya. Saya tidak pernah merasa hijab menjadikan saya kurang kompeten di mata mereka.”

Amina, yang bermukim di Maryland dengan orangtua dan kedua saudara perempuannya, belum mengenakan hijab ketika pertama kali menjejakkan kakinya di Amerika 13 tahun lalu bersama keluarga.

Ketika usianya memasuki 20 tahun, Amina merasa perlakuan orang terhadapnya tidak banyak berubah.

Berbeda dengan Amina, Jasmin Ullah, meyakini ada banyak stereotipe dalam masyarakat AS terhadap hijab. Dan kadang sulit untuk menghadapinya.

“Ketika Anda memasuki sebuah ruangan, mereka tidak berharap Anda langsung berbicara secara terbuka,” kata Jamin yang masih berusia 16 tahun.

“Di dalam pikiran mereka berkata, “tak mungkin ia benar-benar menginginkannya (mengenakan hijab). Mereka pasti berpikir, Anda perempuan penurut yang hanya bisa manut saja, yang tidak memiliki kebebasan untuk berbicara.”

Jasmin yang mengenakan hijab sejak usia 11 tahun, yakin ada banyak rintangan–tapi bukan halangan– bagi perempuan Muslim yang berhijab di Amerika.

“Pasca 9/11 Amerika semakin penuh prasangka daripada sebelumnya,” ujar gadis dari Herndon, Virginia Utara itu.

Sara setuju dengan pendapat itu. Adakalanya hijab menjadi penuh tantangan bagi gadis dan wanita Muslim dalam masyarakat mereka.

“Menurut saya, itu menjadi alasan lain mengapa kita harus membicarakan hijab secara terbuka,” katanya kukuh.

“Bahkan jika banyak rintangan, saya tetap berpegang teguh,” tegasnya.

Jasmin, gadis keturunan Banglades, mengatakan bahwa gadis dan wanita Muslim harus selalu mencari cara untuk mengatasi setiap rintangan dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup ini.

“Sebagai contoh saya ingin berenang, dan ternyata itu agak sulit. Namun, hijab saya tidak boleh menjadi halangan. Justru harus memacu saya untuk mencari jalan kreatif, untuk melakukan hal yang saya sukai dengan tetap berhijab.”

Jasmin meyakini, resep jitu bagi para gadis yang berhijab adalah harus menjadi dirinya sendiri.

“Jika Anda seorang aktivis politik, jangan takut untuk menyampaikan pandangan-pandangan Anda. Jika Anda seorang atlit, kejarlah prestasi itu. Jika Anda di dalam kelas, maka harus pandai.”

“Allah tidak menginginkan kita menyerah atas keadaan.” katanya bijak. [di/iol/wwwhiayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Perang” Itu Merambat ke Indonesia
Tulisan selanjutnya Hadiah Ilmuwan AS: Seleksi Alamnya Charles Darwin Salah Kaprah!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?