Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kardinal Irlandia Minta Maaf Atas Pelecehan Seks Pendeta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Maret 2010 15:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala Gereja Katolik Irlandia meminta maaf atas perannya dalam kesalahan menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Sebagai seorang pastur pada tahun 1975, Kardinal Sean Brady ikut dalam pertemuan pada saat anak-anak diminta untuk tutup mulut terkait keluhan fedofilia oleh pastur Brendan Smyth.

Ia mengatakan, meminta maaf kepada “semua orang yang merasa telah dikecewakan”. Dalam bulan-bulan terakhir ini, gereja di Irlandia “diguncang krisis pelecehan terhadap anak-anak” dan ia berharap suratnya dapat membantu menangani masalah ini.

Rahasia

Hari Selasa, Gereja Katolik di Irlandia menerbitkan rincian lebih lanjut tentang alasan di balik permintaan Kardinal Brady kepada dua korban, yang berusia 10 dan 14 tahun, untuk menandatangani perjanjian rahasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gereja mengatakan, anak laki-laki itu diminta untuk menandatangani janji untuk menghindari “potensi kesalahpahaman” dalam mengumpulkan bukti untuk penyelidikan internal gereja.

Namun pernyataan gereja itu tidak menjelaskan mengapa Kardinal Brady atau atasannya saat itu tidak memberikan informasi tersebut kepada polisi. Pastur Smyth tetap melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak dalam tahun-tahun berikutnya.

Dalam misa hari Santo Patrisius hari Rabu, Kardinal Brady mengatakan, ” Minggu ini adalah masa menyakitkan terkait masa lalu saya. Saya telah mendengar reaksi dari mereka yang terkait dengan peristiwa 35 tahun lalu.”

“Saya ingin mengatakan kepada siapa pun yang terluka akibat kegagalan saya dan saya minta maaf dengan sepenuh hati. Saya juga meminta maaf kepada semua yang telah saya kecewakan.”

“Bila saya lihat lagi ke belakang, saya malu karena saya tidak selalu menegakkan nilai-nilai yang saya junjung.”

Kardinal Brady menambahkan, “gereja harus melanjutkan langkah untuk mengatasi semua masalah yang ditimbulkan karena pelecehan anak oleh sejumlah pemuka gereja…”

Berbagai tuduhan

Pastur Smyth akhirnya dihukum terkait puluhan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Namun di tengah berbagai tuduhan yang sebelumnya pernah diselidiki pihak gereja, termasuk Kardinal Brady, diperlukan waktu 20 tahun sebelum Smyth akhirnya diadili.

Wakil Menteri Irlandia Utara, Martin McGuiness mengatakan, Kardinal Brady “harus meninjau ulang posisinya”.

Ia mempertanyakan, berapa banyak lagi anak lain yang diminta untuk bungkam.

Kelompok jaringan krisis perkosaan Irlandia, Rape Crisis Network Ireland (RCNI) mengatakan, posisi Kardinal Brady tidak dapat dipertahankan lagi.

Ratusan tuduhan pelecehan anak oleh pastur Katolik, banyak di antaranya terjadi puluhan tahun lalu, terungkap tahun ini di seluruh Eropa.

Bulan Februari lalu, Paus Benedictus VXI mengadakan pertemuan dengan Uskup Irlandia. Dalam sebuah pernyataan, Vatikan menulis bahwa uskup-uskup Irlandia berjanji akan membantu Paus dalam menyelidiki skandal tersebut.

Paus berpidato mengenai skandal seks dari tahun 1975-2004. Skandal macam ini diketahui publik pada November tahun lalu ketika Kementerian Kehakiman Irlandia mengeluarkan laporan resmi mengenai pelecehan seksual yang dilakukan kaum rohaniwan. Gereja Katolik-Roma di Irlandia sebenarnya mengetahui skandal ini, namun mereka merahasiakannya dari muka umum.

Sementara itu, Kardinal Tarcisio Bertone, orang terpenting kedua di Vatikan mengatakan, pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh pendeta di Irlandia adalah sebuah ‘tantangan memalukan’. [bbc/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Maroko Minta Maaf Kepada PBNU
Tulisan selanjutnya Menko Kesra Koordinasi Bangun RS di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?