Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Inggris Benarkan “Serangan” ke Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2010 21:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Gordon Brown mengatakan di depan Komisi Penyelidikan Iraq belum lama ini. Dia menegaskan tetap diberitahu tentang penyerangan tersebut oleh pendahulunya Tony Blair.

Brown meyakini bahwa berdasarkan penjelasan intelijennya sendiri, Iraq adalah sebuah ancaman yang “harus ditangani”.

Masalah inti baginya adalah Iraq melanggar resolusi PBB dan “negara jahat” tidak bisa dibiarkan melanggar hukum internasional.

Jika dunia tidak bisa bertindak bersama dalam kaitannya dengan Iraq, Brown mengkhawatirkan keteraturan baru dunia yang berusaha dibangun akan terancam.

Brown yang saat itu menjadi Menteri Keuangan memberikan kesaksian beberapa minggu sebelum pemilihan umum Inggris yang diperkirakan akan dilaksanakan permulaan bulan Mei.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jalur Diplomatik

Brown memulai keterangan di penyelidikan dengan menyatakan penghormatan kepada pengorbanan tentara Inggris.

“Tidak seorang pun ingin berperang, tidak seorang pun ingin menyaksikan tewasnya orang yang tidak bersalah, tidak seorang pun menginginkan pasukannya menghadapi resiko.”

“Tidak seorang pun menginginkan mengambil keputusan ini, kecuali karena keadaan yang sangat buruk di mana kami memastikan kami melakukan hal yang benar.”

“Saya pikir ini adalah keputusan yang benar dan dibuat untuk alasan benar.”

Tetapi Brown mengatakan, ada pelajaran yang dapat dicerna dalam hal pengambilan keputusan, kerja sama internasional, dan cara menciptakan perdamaian yang adil.

Saat menjelaskan alasan perang di depan umum untuk pertamakalinya, Brown mengatakan, “teroris” dan “negara jahat” adalah dua resiko dunia pasca Perang Dingin yang harus diatasi.

Dia mengatakan bertemu badan intelijen beberapa kali, pada tahun 2002 dan permulaan 2003.

“Saya diberikan informasi oleh badan intelijen yang membuat saya percaya bahwa Iraq adalah sebuah ancaman yang harus ditangani lewat tindakan masyarakat internasional.”

Tetapi dia menambahkan bahwa yang diinginkan adalah keberhasilan jalur diplomatik.

“Sampai saat terakhir, sampai akhir minggu terakhir, saya pikir sebagian besar dari kami berharap jalur diplomatik akan berhasil.”

Biaya bukan masalah

Brown mengatakan, dia memastikan kepada Blair pada musim panas 2002 bahwa opsi aksi militer tidak akan dikesampingkan karena alasan biaya.

“Saya segera mengatakannya kepada Perdana Menteri… tidak ada alasan keterbatasan biaya yang menghambat kita melakukan hal terbaik bagi militer,” katanya kepada penyelidik.

Dia juga mengatakan, Kabinet mendapat informasi yang diperlukan tentang usaha jalan keluar diplomatik untuk mencegah perang.

Pembangunan pascaperang juga dibicarakan Kabinet, termasuk melibatkan badan internasional seperti IMF.

“Saya berharap dapat lebih dimungkinkan menindaklanjutinya secara lebih menyeluruh beberapa hari setelah perang berlangsung,” tambah Brown.

Saat ditanyakan apakah dirinya mengetahui apa yang dikatakan Blair kepada Presiden Amerika George Bush dalam pertemuan pribadi di peternakan Presiden di Texas pada tahun 2002, di mana beberapa saksi mengisyaratkan Blair memastikan keterlibatan Inggris, Brown mengatakan: “Saya tidak mengetahui pembicaraan secara pasti dan Anda juga tidak mengharapkan saya tahu itu.”

Dia mengatakan memiliki “semua informasi yang diperlukan” untuk mengambil keputusan tentang kemungkinan pembiayaan perang dan ikut serta dalam rapat kabinet.

“Peran saya dalam hal ini adalah tidak ikut campur tangan dalam perundingan diplomatik yang sangat penting,” tambahnya.

Dia mengatakan struktur pengambilan keputusan lapisan teratas pemerintah Inggris menjelang perang terlalu tidak resmi, dan dirinya serta Tony Blair sudah memperbaiki hal ini.

“Kami belajar dari ketidakresmian prosedur sebelumnya,” kata Brown, sambil menambahkan struktur tersebut akan semakin diperketat jika badan penyelidik mengusulkannya.

Komisi Perang Iraq dibentuk untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi dari tahun 2001 sampai 2009, termasuk tentang keputusan berperang, kesiapan pasukan, berjalannya perang, dan rencana setelah perang.

Seratus tujuh puluh sembilan tentara Inggris tewas di Iraq dari tahun 2003 sampai 2009.

Sementara puluhan ribu warga sipil Iraq tewas dalam periode tersebut. [bbc/hidayatullah.com]

Foto: AP PHOTO

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kado Inggris di Ulang Tahun Darwin ke-200 [Bagian ke-2]
Tulisan selanjutnya Penerapan Hukuman Mati Bukan Hal Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?