Hidayatullah.com–Setelah beberapa hari lalu undangan Pentagon atas tokoh Evangelis Franklin Graham dibatalkan, hari Senin kemarin Graham mengatakan bahwa hak beragamanya tidak diakui.
Dalam acara Morning Joe di stasiun televisi MSNBC, Graham menyatakan bahwa kesempatannya berbicara dalam acara Doa Nasional pada hari Kamis mendatang secara tidak adil dicampakkan, karena dirinya pernah mengatakan bahwa Islam “jahat”.
“Itu adalah komentar yang saya buat setelah 9/11, bahwa Islam fasik dan jahat,” kata Graham, yang merupakan putra dari Billy Graham.
Menurutnya, satu-satunya alasan mengapa undangannya dibatalkan adalah, “sejumlah anggota Pentagon yang muslim keberatan atas kehadiran saya.”
“Saya merasa hak-hak beragama saya tidak diakui, oleh sebab apa yang saya yakini,” kata tokoh Evangelis tersebut. Menurutnya, karena ia percaya pada Yesus Kristus, jadi dirinya tidak diberikan kesempatan untuk bicara.
Lucunya–yang mungkin sebagai bukti kemunafikan dan kebohongannya–Graham berkata, “Saya mencintai orang-orang muslim… Saya mencintai dan peduli pada mereka,” katanya ngotot, seraya menambahkan bahwa dirinya tidak “percaya dengan apa yang mereka (muslim) yakini.”
“Saya tidak percaya bahwa Muhammad bisa membimbing manusia kepada Tuhan,” katanya.
“Lihat saja cara agamanya memperlakukan wanita. Menakutkan. Kita bahkan tidak boleh bicara mengenai apa yang mereka lakukan terhadap perempuan. Anda tahu, saya–hanya karena alasan itu saja–tidak bisa menerima agama tersebut.”
Meskipun tidak diperkenankan bicara pada acara Doa Nasional, Graham mengaku masih bersedia mendoakan Obama dan para pejabat di pemerintahan. “(Meskipun) ia seorang yang baik, atau seorang sosialis, atau apapun,” katanya.
“Saya akan berdoa untuk Presiden, semua yang duduk dalam kepemimpinan dan khususnya militer,” kata Graham. [di/pol/hidayatullah.com]




