Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Israel Lobi Gereja Yunani Perpanjang Sewa Tanah Yerusalem

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juni 2010 12:51
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Sumber-sumber Israel menyebutkan, sejumlah pengusaha Yahudi melakukan pembicaraan dengan Patriarkal Ortodoks Yunani di Yerusalem, yang dikontrol dan dikuasai oleh partriakal pusatnya di Yunani, guna memperbaharui perjanjian sewa tanah di kota itu.

Beberapa gedung utama pemerintah Israel, seperti Knesset, tempat tinggal dan kantor presiden, kantor pusat para rabi, dan ratusan unit bangunan untuk pemukim Yahudi dibangun di atas tanah yang disewa dari Patriarkal Yunani.

Pada tahun 1951, Patriarkal menyewakan tanah kepada agen pemukim Yahudi untuk masa 99 tahun, dan sekarang beberapa pengusaha Zionis berusaha agar perjanjian sewa itu diperbaharui untuk 99 tahun ke depan. Luas tanah yang dimaksud mencapai sekitar 130 akre.

Para pengusaha Yahudi yang mendukung pembangunan pemukiman, melakukan pembicaraan dengan para pejabat yang dekat dengan Patriarkal, guna memastikan sewa itu diperpanjang dan memastikan tanah itu tetap berada di tangan Yahudi.

Jewish National Fund atau dalam bahasa Hebrew disebut Keren Kayemet LeYisrael dan Otoritas Tanah Israel, sekarang memegang hak ‘kepemilikan’ sementara atas tanah-tanah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian pengusaha Yahudi dan internasional melihat masalah itu sebagai bisnis dan sebagai “sebuah pesan Zionis untuk menyelamatkan tanah” itu. Demikian sumber-sumber Israel melaporkan.

Pengacara Leon Amiras, yang sebelumnya pernah mewakili Patriarkal, mengatakan bahwa dirinya tidak berharap untuk terlibat dalam kasus itu atas nama Keren Kayemet atau Otoritas Tanah Israel, sebab dia “akan dipaksa untuk berangkat ke Kota Tua Yerusalem untuk membuat perjanjian memperbaharui sewa tersebut.”

Menurut Amiras, kasus ini sangat sensitif, karena bukan kesepakatan biasa. Pihak gereja tidak harus memberikan Israel perjanjian sewa baru sebagai status quo.

Jika perjanjian tidak diperbaharui, katanya, maka Israel harus memberi gereja kompensasi. Dan ini akan menimbulkan masalah politik yang berbahaya bagi Israel.

Patut diketahui, orang-orang Kristen Ortodoks Yunani di Palestina memboikot Patriarkal akibat pelanggaran yang dilakukannya, khususnya setelah mereka tidak memperhatikan kebutuhan para pengikutnya di Palestina dan di wilayah pendudukan Israel di Yerusalem Timur. Sebagian besar pengikut gereja dipaksa untuk meninggalkan kota, karena mereka tidak lagi memiliki tempat tinggal. Sementara pada saat yang sama, Patriarkal justru menyewakan tanah kepada para pemukim dan organisasi-organisasi Zionis Yahudi.[di/imc/aje/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putri Munawwaroh Tidak Pernah Melihat Nurdin
Tulisan selanjutnya Perang Melawan Taliban Tewaskan Ratusan Serdadu Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?