Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah akan Tetap Kritis Pada Pemerintah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2010 00:01
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan, selama ini telah terjalin hubungan baik antara perserikatan Muhammadiyah dengan pemerintah. Relasi tersebut, menurut Din sangat kuat karena Muhammadiyah sendiri usianya lebih tua dari pemerintah. Jadi, imbuhnya, tidak hanya Muhammadiyah yang butuh pemerintah, tapi juga pemerintah yang butuh Muhammadiyah.
Lebih lanjut, Din mengatakan, meski memiliki dimensi ruang dan waktu yang berbeda, tapi antara pemerintah dan Muhammadiyah memiliki dimensi rohani yang sama.
 “Muhammadiyah memiliki visi adil, makmur, berdaulat dan bermartabat, dan itu sama dengan pemerintah,” ujar Din saat memberi sambutan pembukaan Muktamar seabad Muhammadiyah ke-46 di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta (3/7) pagi tadi.
 Tidak hadirnya Presiden Susilo Bambang Yudono (SBY) yang hanya membuka muktamar hanya melalui  teleconfere dari Madinatul Munawwarah sempat menimbulkan banyak dugaan, bahwa relasi Muhammadiyah dengan pemerintah sedang buruk.
 Namun, di awal pidatonya Din menampik hal itu. Ia mengatakan,  dirinya tetap penuh khusnuzhon bahwa SBY tetap punya hubungan batin dengan Muhammadiyah, ujar Din. 
 Lebih jauh, Din mengatakan, Muhammadiyah melihat banyak masalah yang sedang dihadapi bangsa. Dan, menurutnya, masalah yang paling mendasar adalah buta aksara moral. Buta aksara moral tersebut, lanjut Din, bisa lebih berbahaya ketimbang buta aksara tulis dan arab. Apalagi, menurutnya, yang terjangkiti masalah tersebut banyak dari para elit negara. Itu tersebutki dari banyaknya kasus korupsi, makelar kasus, makelar peradilan dan yang lainnya.
 Din mengakui, pengentasan masalah tersebut tidak bisa sendirian. “Pemerintah butuh Muhammadiyah, dan Muhammadiyah siap untuk membantu,” tutur Din. Din pun kembali menegaskan posisi Muhammadiyah dengan pemerintah. Menurutnya, jika pemerintah benar, maka Muhammadiyah siap berdiri di garda terdepan.
 Namun, sebaliknya, jika pemerintah salah, maka Muhammadiyah akan kritis. Hal itu diistilahkan Din dengan loyal kritis. Muhammadiyah tetap kritis pada pemerintah, tapi loyalitas kuat. Seperti ungkapan bijak, sahabat sejati adalah yang mengkritik ketika salah, bukan memuji  penuh basa-basi.
 “Jika pemerintah menjalankan kebijakan tidak sesuai dengan UU atau amanat rakyat Muhammadiyah tidak akan segan-segan akan memberikan kritikan pedas,” katanya. Meski demikian, Din mengatakan, antara Muhammadiyah dan pemerintah adalah dua hubungan saling membutuhkan. “Karena itu Muhammadiyah tidak kenal lelah berkiprah, siapapun  pemerintah Indonesia. Kalau Muhammadiyah ibarat Matahari dan Negara adalah Bumi,  bumi diciptakan karena ada Matahari dan Matarahi diciptakan untuk menyinari Bumi” terangnya. [ans/hidayatullah.com]     
 foto detik

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu Ingin Akhiri Hubungan Buruk dengan Turki
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Netral, Tapi Tidak Antipolitik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?