Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Tahun Ariel Sharon jadi “Mayat Hidup”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2011 07:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari ini,  tepat lima tahun mantan PM Israel Ariel Sharon koma setelah terserang stroke. Sejak saat itu, mantan politikus dari Likud ini terus tak lepas  dengan alat-alat medis.

November lalu, keluarga Sharon membawanya ke ranch keluarga, namun di sana kondisinya makin tidak stabil. Beberapa hari kemudian keluarganya membawa Sharon kembali ke rumah sakit.

Semenjak koma, mantan penjagal ribuan orang Palestina di  Sabra dan Shatila ini diberitakan bermacam-macam. Ada yang mengatakan kondisinya membaik dan ada pula yang mengatakan dia telah mati. Namun dokter yang merawatnya selalu menyangkal berita tersebut, dengan mengatakan bahwa kondisinya masih tetap dalam keadaan koma meski beberapa kali sempat kritis.

Ariel Sharon dikenal sebagai otak beberapa kali kaus pembantaian warga Palestina. Yang terkenal adalah pembantaian Sabra Shatila, 16 dan 18 September 1982 yang menelan ribuan warga sipil Palestina dan Libanon. Pembantaian ini dilakukan pasukan Israel dibantu oleh kelompok Phalangis Kristen Libanon.

Bulan Agustus 2005, media Israel mengabarkan bahwa Ariel Sharon dalam keadaan takut yang luar biasa, karena mendapat ancaman dari kelompok ekstrimis Yahudi yang menentang penarikan mundur sekitar 8.000  Yahudi Israel dari Jalur Gaza. Koran Israel Maariv melaporkan bahwa meskipun Sharon memiliki pengawal pribadi, tapi dia suka menyimpan pistol sekalipun ketika tidur.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa pembaca turut memberikan komentar tentang kondisi terakhir Ariel Sharon. “Mungkin dia dipindah ke bagian neraka yang paling dalam,” tulis pembaca bernama Wissam dari Palestina. Maureen dari Australia menimpali komentar tersebut, “Bahkan neraka tidak menginginkan Sharon, si penjahat perang.”

September 2009, ketika kabar bahwa kondisi Ariel Sharon membaik, kepada Jerusalem Post Dr. Shlomo Segev yang merawatnya mengatakan bahwa Sharon berada dalam “keadaan vegetatif statis” dengan kerusakan otak yang parah dan dalam keadaan koma. Namun, kondisi komanya tidak terlalu mendalam, sehingga ia masih bisa membuka mata atau melihat obyek benda dan mengikuti pergerakannya. Segev juga menyatakan dirinya tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi kondisi seperti itu akan berlanjut, sebelum akhirnya Sharon mati.[rnw/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Bantah Kementriannya jadi Sarang Koruptor
Tulisan selanjutnya YLKI Minta Minimarket Penjual Miras Ditindak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian

Berita
2 November 2026 12:57
Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?