Hidayatullah.com–Pengadilan Pakistan mengatakan, seorang agen CIA yang sedang menjalani sidang karena menembak dua orang, tidak memiliki kekebalan diplomatik.
Pengadilan di Lahore timur itu juga menunda persidangan kasus Raymond Davis (36) tersebut. Davis menjalani penahanan sampai tanggal 8 Maret.
Keputusan yang dikeluarkan Kamis (3/3) tersebut menjadi pukulan sementara bagi Amerika Serikat, yang menegaskan Davis adalah seorang diplomat. Perbuatannya menembak mati itu sebutkan AS sebagai pembelaan diri, karena orang-orang tersebut perampok.
AS telah menyewa seorang pensiunan hakim, Zahid Hussain Bokhari, yang juga seorang mantan jaksa pemerintah, untuk membantu menyelesaikan kasus Davis.
Masalah kekebalan juga sedang dipertimbangkan Pengadilan Tinggi Lahore, yang dapat menolak keputusan pengadilan di bawahnya.
Asad Manzoor Butt, pengacara untuk keluarga dari dua laki-laki, mengatakan: “Pengadilan sidang ditunda sampai dengan 8 Maret karena Bukhari perlu waktu untuk menyusun memori kasus ini.”
Kasus ini telah menimbulkan sentimen anti-Amerika di Pakistan dan menjadi ujian bagi dua sekutu dekat yang sering tegang tersebut.
Bulan lalu senator berpengaruh AS, John Kerry, meminta maaf kepada pemerintah Pakistan atas penembakan itu, namun Barack Obama, mengatakan Davis harus mendapatkan kekebalan diplomatik di bawah Konvensi Wina.
“Kami berharap Pakistan … untuk mematuhi konvensi yang sama,” kata Obama.
Seiring dengan persidangan Davis menembak, seorang lagi warga Pakistan tewas ditabrak mobil AS yang melaju untuk memberikan bantuan pada 27 Januari di Lahore.
Kedutaan AS di ibukota Pakistan, Islamabad, belum mengomentari keputusan pengadilan tersebut.
Keputusan dikeluarkan sehari setelah para pejuang Taliban Pakistan menembak mati seorang menteri, Shahbaz Bhatti, satu-satunya Kristen di kabinet, karena kritikannya terhadap hukum yang mewajibkan hukuman mati untuk penghina Islam.
Partai-partai agama yang telah berkampanye habis-habisan untuk mencegah reformasi hukum penghujatan, juga menyerukan agar Davis dihukum gantung.*




