Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Dan Brown: “Jika Anda Tanya Tiga Orang Apa Arti Kristen, Anda Akan Mendapatkan Tiga Jawaban Berbeda”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2005 05:25 5:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 April 2005 05:25
Bagikan
Bagikan

Novel “The Davinci Code” karya Dan Brown yang kini sudah banyak beredar di toko buku -bahkan sudah diterjemahkan bahasa Indonesia-memang sangat ‘menyengat para teolog Kristen dan kalangan gereje. Lucien Liere, dosen Dogmatika STT Jakarta seperti seperti dikutip majalah Rajawali mengatakan, fakta yang disampaikan Brown hanyalah mistik abad pertengahan.

Lain halnya dengan Pdt Samuel B. Hakh. Menurut Samuel, Brown adalah penganut gnostik yang sangat menyimpang dari inti iman Kristen. Karena, aliran ini tidak mengakui kemanusiaan Yesus, cuma roh saja. Dan mereka juga tak percaya Yesus mati atau bangkit lagi. Yang jelas, inti ajaran Kristen terus diperdebatkan. Apa dan mengapa Dan Brown hingga membuat novel tersebut? Di bawah ini kutipan wawancara pria yang juga menulis novel berjudul Angels and Demons itu dengan salah satu televisi terkenal di Inggris.

Di halaman fakta disebutkan novel ini adalah fakta sejarah. Seberapa benar Novel ini?

The Davinci Code adalah novel fiksi. Memang pelaku dan tindakan dalam buku ini tidak nyata tetapi hasil karya, arsitektur, dokumen dan ritual rahasia di dalamnya memang ada. Misalnya lukisan Leonardo Da Vinci, Gnostic Gospel, Hieraos Damos, dan lain-lain. Elemen-elemen yang nyata ini digabungkan dengan karakter-karakter fiksi. Ketika anda membaca halaman “fakta”, anda lihat disitu disebutkan bahwa setiap dokumen, organisasi, karya seni, dan karya arsitektur di dalam novel ini adalah nyata.

Bukankah novel ini anti Kristen dan tanggapan anda tentang kritik cendekiawan Kristen?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Nggak. Buku ini tidak anti apapun. Hanya sekedar novel. Saya menulis cerita karena mendalami Kristen yang menarik perhatian saya. Sebagaian besar orang Kristen sadar bahwa buku ini memancing diskusi dan perdebatan. Berbahaya dan anti Kristen. Tapi banyak penghotbah, suster dan pendeta malah berterimakasih karena percaya novel ini memunculkan hal yang menarik dalam iman dan sejarah Kristen.

Novel ini bisa jadi suatu cara untuk mendalami atau mengintrosepski imannya. Mereka dan saling bertentangan, namun kritik itu akan memunculkan sinergi positif. Kontroversi dan dialog bagus untuk keimanan. Agama punya satu musuh –yaitu kelesuan iman– dan debat adalah obatnya.

Beberapa fakta sejarah dalam vovel ini berbeda dengan sejarah yang dipelajari?

Sejak awal, pelajaran sejarah memang ditulis sama para “pemenang sejarah”, Mereka yang menentukan sistem yang bikin kita punya pengertian seperti ini.

Walaupun begitu, kita masih bisa mencari “keakuratan sejarah” dari situ, seberapa cocok sama sejarah yang pernah kita pelajari.

Apakah anda orang Kristen?

Ya. Yang menarik, jika anda bertanya pada tiga orang apa arti Kristen, anda akan dapatkan tiga jawaban yang berbeda. Ada yang merasa cukup dibaptis saja. Ada yang merasa harus menerima Alkitab sebagai fakta sejarah yang nyata dan lain sebagainya. Iman itu adalah kesatuan, dan kita terjebak pada pengertian yang sama. Dengan menerima konsep yang kaku tentang iman, kita tidak melihat lagi kenyataan lain.

Topik novel ini sangat kontrovesrial. Anda tidak khawatir akibatnya?

Ide novel ini sudah ada berabad-abad. Bukan ide saya semata. Harus diakui, ini mungkin pertama kali ide ditulis dalam cerita triller, namun isinya bukan hal yang baru.

Harapan saya, novel ini, selain menghibur pembaca, juga membuka kesadaran memulai menjelajah dan menyalakan imannya kembali.

Di kover ditulis: “Konspirasi terbesar selama 2000 tahun terakhir.” Apa maksudnya?

Rumor tentang konspirasi ini sudah dibisikkan sepanjang masa memakai banyak bahasa, termasuk bahasa musik, seni dan literatur.

Sebagaian bukti yang dramatis ini dapat ditemukan pada lukisan Leonardo Da Vinci, yang kelihatannya menyatu bersama simbol-simbol, penyimpangan dan kode-kode yang samar. Para ahli sejarah seni setuju bahwa pada lukisan Leonardo Da Vinci terdapat arti yang tersembunyi.

Para cendekiawan juga percaya karya tersebut memberikan petunjuk-petunjuk yang merujuk pada rahasia besar. Rahasia yang sampai sekarang masih dilindungi kelompok rahasia yang pernah diikuti Leonardo Da Vinci. (rjwl/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsernya Diprotes, Dewa Anggap Tak Menghina Islam
Tulisan selanjutnya Kabinet Iraq Terbantuk, Perlawanan Masih Kuat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?