Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

AS Akan Bantu 130 USD Untuk Pemilu RI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juni 2003 09:42 9:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2003 09:42
Bagikan
Bagikan

Duta Besar AS Ralph L Boyce kembali memuji kemajuan demokrasi di Indonesia dan mengatakan Pemerintah AS mengalokasikan 18 juta dolar AS untuk pemilihan umum demokratis tahun 2004 dari total dana bantuan AS senilai 130 juta dolar AS untuk Indonesia tahun ini. “Dana bantuan kami senilai 130 juta dolar AS tahun ini mencakup 18 juta dolar AS untuk pemilihan demokratis tahun 2004,” kata Ralph L Boyce dalam sambutannya di Seminar bertema “Indonesia Menuju Demokrasi Sejati: Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan Pusat Kajian Media UIN Syarif Hidayatullah dan Kedubes AS di Jakarta, Selasa (17/6). Boyce tidak merinci bantuan Pemilu tersebut dan hanya mengatakan total bantuan AS bagi Indonesia sebagian besar digunakan untuk membantu lembaga-lembaga demokrasi termasuk LSM, otonomi daerah, pendidikan kewarganegaraan termasuk lembaga-lembaga Islam. Dikatakan Boyce, demokrasi itu berat. Ketika sebuah pemerintahan otoriter jatuh, demokrasi tidak secara otomatis menggantikannya, karena seringkali ketika pemerintahan diktator tumbang kekosongan yang tercipta terisi oleh situasi kacau-balau. AS, lanjut Boyce, senantiasa bekerja untuk menyempurnakan sistem demokrasinya selama lebih dari 220 tahun dan kini telah mencapai kemajuan yang memadai meski masih jauh dari sempurna, seperti terjadi pada Pemilihan Presiden AS tahun 2000. Namun demikian, ditegaskannya, pihaknya tidak memiliki keinginan untuk menerapkan sistem politik AS ke Indonesia dan menghormati sistem politik yang ada di Indonesia. Boyce juga mengatakan, demokrasi yang sering disebut kekuasaan mayoritas memiliki tantangan terbesar yakni bagaimana melindungi hak-hak minoritas. “Untuk melindungi hak-hak asasi semua warga negara termasuk kelompok minoritas para perancang konstitusi AS menambahkan 10 amandemen pertama yang dinamakan “Bill of Rights” mencakup jaminan pemisahan antara agama dan negara dan kebebasan beragama, kebebasan pers dan hak atas pengadilan yang adil,” katanya. Tetapi, ujarnya, perlakuan terhadap minoritas tidaklah mudah bagi masyarakat manapun. Bahkan AS sampai harus mengalami perang sipil berdarah untuk mengakhiri praktik perbudakan dan perlu waktu seabad lagi sebelum kaum hitam AS mendapat hak konstitusional mereka secara bebas. Boyce juga mengakui AS belum pernah memilih seorang wanita ke jabatan tertinggi sebagai Presiden yang justru sudah dicapai Indonesia. Dia juga mengaku terkesan dengan kebebasan pers yang terjadi di Indonesia yang bukan saja bisa dilihat dari jumlah media massa yang bermunculan tetapi juga oleh profesionalisme yang meningkat. “Meski ada keprihatinan pada awal operasi militer di Aceh kebebasan media akan dikekang, media tetap melaporkan secara bebas di Aceh dan juga di daerah lainnya di Indonesia. Rakyat Indonesia harus benar-benar bangga atas prestasi ini,” kata Boyce. Seperti pernah dikutip tabloid Realitas, beberapa bulan menjelang Pemilu 1999, AS juga sempat membantu dana milyaran rupiah kepada salah satu parti besar di Indonesia.(wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Eropa Minta NU Perbaiki Hubungan Islam dan Barat
Tulisan selanjutnya 15 Wartawan Republika Mendadak Dipecat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?