Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Mengapa Belajar di Usia Tua Sulit?

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 31 Mei 2011 21:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Otak orang yang berusia paruh baya tidak lagi lincah sebagaimana otak orang muda disebabkan semua stres yang pernah dialaminya. Demikian sebuah studi terbaru yang dirilis hari Selasa (31/5) di Journal of Neuroscience menyebutkan.

Stres menyebabkan sel saraf otak menciut dan kehilangan plastisitas (kemampuan untuk membentuk hubungan yang disebut sinapsis).

Hasil penelitian para ilmuwan Amerika Serikat itu memberikan pemahaman tambahan tentang proses penuaan dan mengapa sebagian orang kemampuan berpikirnya berkurang lebih cepat dibandingkan orang lain.

“Kami menduga sel-sel saraf (otak) berubah karena umur, tapi kehilangan platisitas sinapsis dalam konteks pengalaman hidup terbukti memberikan implikasi pada penurunan kemampuan berpikir yang terkait dengan umur,” kata John Morrison dari Mount Sinai School of Medicine.

Morrison bersama rekan-rekannya meneliti tikus muda, tikus paruh baya dan tikus tua yang ditempatkan dalam sebuah area selama beberapa jam, yang bisa mengeluarkan hormon stres penyebab perubahan sel otak di prefrontal cortex atau bagian otak yang dipakai dalam proses belajar.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tim peneliti itu mengkaji perubahan pada bagian sel otak yang disebut spines yang digunakan untuk membentuk sinapsis. Ketika mereka melihatnya lewat mikroskop, mereka mendapati perubahan pada spines milik tikus-tikus muda, yang menunjukkan bahwa mereka bisa beradaptasi dengan pengalaman yang menimbulkan stres.

Spines pada otak tikus-tikus separuh baya tidak berubah banyak. Sementara spines pada tikus tua tidak ada yang berubah.

Dari sana disimpulkan, bahwa proses penuaan menyebabkan kehilangan signifikan pada kemampuan otak untuk merespon stres, sesuatu yang sangat penting dalam proses belajar.

“Prefrontal cortex secara konstan ‘menyambung kembali’ sebagai respon dari pengalaman hidup,” kata Morrison.

Namun, otak-otak tua secara signifikan kehilangan spines, dan kalaupun ada yang masih memiliki, kemampuannya kurang dalam merespon situasi yang memerlukan adanya ‘penyambungan kembali’ saraf-saraf otak.

“Saya tidak akan berusaha untuk mempelajari bahasa (asing),” kata Morrison, mengingat kemampuan otak orang tua yang menurun. “Sebagian orang bisa melakukannya, tapi tidak akan seperti anak-anak kemampuannya,” tegas Morrison yang berusia 58 tahun.

Untungnya meskipun menua, seseorang tidak akan kehilangan keterampilannya dalam melakukan sesuatu.

“Anda tidak akan kehilangan sinapsis dan sirkuit-sirkuit yang sangat stabil,” kata Morrison.

Temuan tersebut bermanfaat untuk lebih memahami penyakit Alzheimer. Jika ingin memerangi Alzheimer, maka orang harus melakukan pencegahan sejak dini, kata Morrison.

Alzheimer banyak menyerang orang-orang yang memasuki usia senja. Otak penderita penyakit ini ukurannya menciut dan kemampuan kerja otak mereka menurun drastis sehingga mempengaruhi kemampuan kerja anggota tubuh lain. Para penderita antara lain akan mengalami kesulitan dalam berbicara, pikun, tidak bisa mengurus dirinya sendiri, sulit untuk berpikir, kehilangan orientasi ruang dan waktu, serta mudah berubah minat, kondisi kejiwaan dan kepribadiannya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hati-hati, Sumpah Serapah Bisa Didenda di Australia
Tulisan selanjutnya Banding Ditolak Mladic akan Diekstradisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina

Berita
30 Oktober 2026 15:44
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?