Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Label Rasis dari Wilders untuk Kaum Migran

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Juli 2011 12:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pada zaman penjajahan Belanda di nusantara dulu, pemerintah kolonial mengelompokkan penduduk secara rasis dan menerapkan kebijakan yang diskriminatif di antara mereka. Rupanya kebiasaan nenek moyang Belanda itu kini diteruskan oleh PVV dan partai kristen demokrat CDA.

PVV pimpinan Geert Wilders, partai pengidap islamofobia dan xenofobia itu, ingin melabeli generasi ketiga migran di Belanda sebagai “allochtonen.”

Menurut definisi Biro Pusat Statistik Belanda (CBS), autochtonen adalah julukan untuk orang yang lahir di negeri Belanda dan allochtonen untuk orang yang lahir di luar Belanda, atau salah satu orangtuanya lahir di luar Belanda.

Sampai sekarang generasi ketiga ini tidak dihitung dalam statistik sebagai “imigran.” Menurut partai anti-islam pimpinan politikus Geert Wilders, pencatatan ini akan memberikan gambaran mengenai kadar integrasi mereka.

Sebagaimana dilansir Radio Netherlands (01/7), beberapa hari lalu Maxime Verhagen, wakil perdana menteri dan pemimpin partai kristen demokrat CDA, berpidato. Dalam pidatonya, Verhagen berbicara atas nama para pendukungnya yang berdarah asli Belanda. Verhagen menyuarakan kekhawatiran warga totok Belanda mengenai “orang asing” yang merebut pekerjaan mereka, membangun masjid seenaknya – sementara makin banyak gereja menghilang – juga penyakit dan produk luar negeri.

Sehari kemudian partai PVV ingin memperluas definisi allochtonen di Belanda, agar mereka – yang punya orangtua dari luar Belanda dan sering dianggap sebagai kelompok bermasalah – lebih mudah diawasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

PVV menganggap allochtonen sebagai kelompok potensial yang bisa menimbulkan masalah. Padahal sebenarnya makin sulit untuk menganggap kelompok “asing” ini sebagai masalah bagi masyarakat Belanda, karena jumlah mereka sangat berkurang. Statistik dari CBS menunjukkan bahwa tahun lalu terdapat 40.000 allochtonen, yang berasal dari negara-negara non-Barat, datang ke Belanda.

Keinginan PVV itu menimbulkan pertanyaan di kalangan oposisi; apa sebenarnya yang diinginkan partai itu?

Mantan guru besar dan ahli migrasi Han Entzinger berpendapat, ini diskusi tak berguna, debat kusir. “Di sebagian besar negara lain, mereka bahkan sama sekali tidak mencatat dari mana Anda berasal, jika Anda sudah dinaturalisasi.” *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Inggris di Afghanistan akan Pulang
Tulisan selanjutnya Menepis Pesimisme Perjuangan Khilafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?