Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiap Hari Intelijen Inggris Sadap 600 Juta Data Komunikasi Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juni 2013 09:41 9:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juni 2013 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—GCHQ, salah satu lembaga intelijen Inggris, menyadap jaringan komunikasi internet dan telepon secara diam-diam dan menjaring banyak informasi milik pribadi. Begitu menurut dokumen yang dibocorkan Edward Snowden.

Informasi rahasia milik pribadi itu dijaring GCHQ dari Facebook, email, internet history, dan rekaman telepon yang disadap lewat jaringan serat optik global, dengan pengawasan hukum yang minim, lapor Guardian Jumat (21/6/2013) mengutip bocoran dokumen itu.

Edward Snowden, mantan pekerja kontrak yang pernah bertugas di lembaga intelijen Amerika Serikat NSA dan CIA, mengungkapkan bahwa pemerintah Washington memiliki program intelijen PRISM yang menyadap komunikasi telepon dan internet milik jutaan orang asing. Program intelijen ini juga bekerjasama dengan negara lain.

Snowden memberikan Guardian dua dokumen GCHQ, berjudul “Mastering the Internet” dan “Global Telecoms Exploitation”. Dokumen itu menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah operasi bersandi “Tempora” selama 18 bulan mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa data dalam jumlah besar, lalu membagi hasil informasi yang didapatnya itu kepada sejawatnya di Amerika, National Security Agency (NSA).

Dokumen itu menyebutkan, setiap hari pada tahun lalu GCHQ menjaring 600 juta sambungan telepon, dengan cara menyadap 200 kabel serat optik. Ratusan orang dikerahkan untuk melakukan penyadapan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebuah sumber yang membela program penyadapan itu mengatakan kepada Guardian bahwa penyadapan lewat jaringan kabel itu dilakukan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta. Perusahaan swasta itu mendapat bayaran atas kerjasamanya dan izin usaha yang mereka peroleh tergantung pada persetujuannya terkait program penyadapan itu.

Menurut seorang penasehat hukum GCHQ, lembaga intelijen Inggris bisa melaksanakan Tempora dengan dasar hukum UU Ripa (Regulation of Investigatory Powers Act) tahun 2000. UU itu menyatakan, kementerian luar negeri berwenang mengeluarkan surat izin dilakukannya penyadapan selama salah satu ujung dari komunikasi yang akan dipantau itu berada di luar negeri.

Kebanyakan komunikasi lewat kabel serat optik akan melewati jaringan kabel internasional di luar negeri terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali ke jaringan yang ada di dalam wilayah negara Inggris. Ini berarti, hampir semua komunikasi secara teknis bisa menjadi obyek penyadapan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LSM Malaysia Serukan Boikot Kurma dan Produk Iran
Tulisan selanjutnya Jusuf Kalla Buka Silatnas Hidayatullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?