Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Tuduh AS, Uighur Sebut China Mendistorsi

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Juli 2013 09:35 9:35 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Juli 2013 09:35
Bagikan
Militer China berjaga-jaga di kota Urumqi, Provinsi Xinjiang.
Bagikan

Hidayatullah.com–Media pemerintah China Senin (01/07/2013) menuduh Amerika Serikat mendorong “pergolakan” di Xinjiang, dan menyebutkan para separatis di wilayah ini –yang didiami suku Uighur– telah berjuang bersama pemberontak Suriah.

Beijing juga membantah kerusuhan di wilayah luas yang berbatasan dengan Asia Tengah –yang pekan lalu menewaskan sedikitnya 35 orang—disebabkan ketegangan etnis antara suku Uighur dan suku mayoritas di China, Han.

Beijing berjanji untuk menindak “para demonstran” dan memerintahkan militer bergerak menjelang peringatan peristiwa kerusuhan besar pada tahun 2009 yang menewaskan sekitar 200 orang.

Namun kelompok hak asasi bagi warga Uighur, yang mayoritas Muslim, menyebutkan terjadinya demonstrasi dan kerusuhan disebabkan ketidakadilan ekonomi dan penindasan agama, dan Washington menyampaikan kekhawatiran tentang perlakukan diskriminasi.

Dilaporkan AFP, Senin (01/07/2013), Harian Rakyat, corong Partai Komunis yang berkuasa, mengecam pemerintah dan media AS yang disebut ikut berperan dalam tindakan kekerasan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Karena jarangnya kekacauan di China,” katanya dalam komentar, “AS bersekongkol untuk mengarahkan tindakan kekerasan terhadap China.”

“Insiden kekerasan di Xinjiang bukan masalah etnis atau agama,” katanya. Koran itu menyebut, aksi di Xinjiang sebagai “pembantaian” terhadap pejabat dan orang-orang sekitar secara “tidak manusiawi”.

Menurut kantor berita resmi Xinhua, massa yang “membawa pisau” menyerang kantor polisi dan kantor-kantor lainnya di kota Lukqun Rabu (26/06/2013) lalu, sebelum petugas keamanan tiba dan melepaskan tembakan. Setidaknya 35 orang tewas.

Dua hari kemudian, Xinhua mengatakan, lebih dari 100 “demonstran” memprovokasi “kerusuhan” di kota Hotan, dan menyerang masyarakat “setelah berkumpul di tempat-tempat agama setempat”.

Jumat (28/06/2013) lalu seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya “sangat prihatin dengan laporan diskriminasi dan pembatasan berkelanjutan” pada suku Uighur.

Dia mengatakan, AS mendesak “investigasi terbuka”, walaupun tidak berkehendak “menarik kesimpulan yang lebih luas” tentang insiden yang terjadi.

Media China yang dikendalikan pemerintah, Global Times menyebut, sejumlah orang dari “Turkistan Timur” telah bergabung “kelompok pejuang ” di Suriah untuk melawan pemerintah Bashar al-Assad, sebelum kembali ke Xinjiang untuk melakukan kegiatan kerusuhan.

Faktanya didasarkan pada seorang pria berumur 20-an direkrut oleh suatu lembaga “pendidikan dan bantuan” untuk mengikuti pelatihan. Setelah dikirim ke Suriah, ia diperintahkan kembali ke Xinjiang untuk “melakukan” perjuangan di wilayah itu, sebelum akhirnya tertangkap.

Kongres Uighur Dunia membantah sinyalemen semacam itu dan menyebut China melakukan “tuduhan mendistorsi”.

“Orang-orang Uighur tinggal di penjara terbuka,” katanya dalam pernyataan melalui email. Ia menambahkan, “perlawanan” mereka “tidak ada hubungannya dengan terorisme”.

Pada hari Sabtu banyak aktivitas di ibukota Xinjiang, Urumqi, ditutup setelah kendaraan-kendaraan militer turun ke jalan dengan setidaknya 1.000 personel bersenjata dikerahkan.

Sebelum ini kelompok Hak Asasi Uighur menyatakan, selama ini China telah memberlakukan peraturan yang membatasi praktik-praktik keislaman atas penduduk minoritas Uighur sehingga sangat menghambat kebebasan beragama. China melaksanakan tindakan represif “tak henti-hentinya” terhadap rakyat di wilayah Xinjiang barat laut yang umumnya muslim.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jilbab dan Gazwul Fikri, Apa Hubungannya?
Tulisan selanjutnya Anggota Komnas Tolak Status LGBT sebagai HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?