Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Malaysia-RI Ajukan Perbaikan Sistem Haji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2003 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2003 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perbaikan sistem ini diterapkan pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya pada tahun lalu bagi jamaah haji dari Asia Tenggara. Kabarnya, pemerintah Arab Saudi telah menghabiskan dana 100 juta riyal Saudi untuk membangun sarana dan prasarananya, tetapi pagar pembatasnya malah diserobot jemaah sehingga menimbulkan kemacetan lalu-lintas. “Pada awalnya semua OK, tetapi malang pagar diterobos sehingga jalur yang mestinya diperuntukkan bagi jemaah Malaysia-Indonesia menjadi macet,” kata Dato’Seri Abdul Hamid bin Hj Zainal Abidin, menteri di jabatan Perdana Menteri Malaysia yang membidangi masalah agama dan haji, ketika menjawab wartawan di Jakarta, Jumat (11/7). Dia mengatakan bahwa Malaysia-Indonesia akan merundingkan masalah itu kemudian merumuskan beberapa usulan untuk diajukan ke pemerintah Arab Saudi guna perbaikan sistem tersebut. Sistem Taraduddi diterapkan untuk melancarkan arus jemaah haji Asia Tenggara seusai wukuf dari Arafah ke Muzdalifah untuk kemudian ke Mina. Tetapi dalam pelaksanaannya tahun lalu, sistem itu justru menuai kritik setelah sejumlah jemaah haji termasuk jemaah haji Malaysia dan Indonesia terperangkap dalam kemacetan lalu-lintas yang cukup parah di poros tersebut. Didampingi Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, Dato’ Seri Abdul Hamid juga mengagumi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia yang mampu mengorganisasi sekaligus 200 ribu jemaah. Malaysia sendiri, katanya, selama ini hanya memberangkatkan sekitar 23 ribu jemaah hajinya setiap tahun. Dari segi pelayanan dan biaya, lanjut dia, penyelenggaraan haji Malaysia-Indonesia tidak jauh berbeda. Sebagai contoh, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Indonesia tahun 2004 berkisar 2.575 sampai 2.775 dolar AS (tergantung zona calon haji), sedangkan Malaysia rata-rata 2.400 dolar AS (9.445 ringgit Malaysia). Angka BPIH Malaysia itu sudah termasuk biaya konsumsi selama di Arab Saudi, sementara BPIH Indonesia sudah mencakup living cost sebesar 1.500 riyal Saudi yang dibagikan kepada setiap jemaah menjelang keberangkatan ke Arab Saudi. Perbedaan mencolok, terletak dari komponen biaya pemondokan. Untuk biaya pemondokan, kata Dato’ Seri Abdul Hamid, jemaah Malaysia mengeluarkan dana sebesar 2.600 riyal Saudi. Sementara jemaah Indonesia, kata Menag Said Agil, hanya membayar sekitar 1.600 riyal Indonesia. Sebelumnya, Ketua Majelis Pengurus Pusat Rabithah Haji Indonesia (RHI), Ade Mahfuddin dan Wakil Sekjen RHI, Dudu Abdushomad, dalam dialognya dengan Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR/MPR beberapa hari lalu menilai, penyelenggaraan haji telah menjadi ajang pesta pora bagi oknum yang rakus beragam kepentingan termasuk korupsi. (sk)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai Demokrat: Bush Bohong
Tulisan selanjutnya Jammu dan Kashmir Kembali Bergejolak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?