Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Jerman Risih Cipika-Cipiki

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 12 Agustus 2011 23:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Knigge Society organisasi kemasyarakatan di Jerman yang kerap memberi saran-saran mengenai etika dan perilaku sosial menyerukan agar berciuman di tempat kerja dilarang.

Ketua Knigge Society, Hans-Michael Klein, mengatakan dia menerima berbagai email dari para pekerja yang prihatin soal masalah ini. Praktek menyambut teman atau mitra bisnis dengan mencium pipi tidak nyaman bagi kebanyakan warga Jerman. Dia menyarankan agar orang di tempat kerja cukup bersalaman saja.

“Kami tidak bisa mengizinkan (berciuman di tempat kerja),” katanya kepada BBC (11/8).

“Namun kami harus melindungi orang-orang yang tidak ingin dicium. Jadi kami menyarankan bahwa jika orang tidak keberatan, mereka bisa mengumumkan dalam pesan di kertas kecil yang disimpan di mejanya,” katanya.

Menurut Klein, dia telah menerima 50 email tahun ini saja mengenai bertambahnya jumlah orang berciuman pipi -kadang-kadang malah di kedua pipinya- sebagai penyambutan di tempat kerja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Orang mengatakan ini bukan perilaku khas orang Jerman,” tuturnya.

“Kebiasaan ini datang dari tempat lain seperti Italia, Prancis dan Amerika Selatan serta memiliki konteks budaya tersendiri. Kami tidak menyukainya, kata mereka,” ujar Klein.

Knigge Society pernah membahas masalah ini dan melakukan survei terhadap orang-orang di jalan maupun di seminar.

“Sebagian besar orang mengatakan tidak menyukainya. Mereka merasakan terdapat aspek erotis di dalamnya, semacam kontak tubuh yang dapat digunakan para pria untuk mendekati seorang wanita,” lanjutnya.

Di Eropa terdapat “zona jarak sosial” selebar 60cm yang menurutnya harus dihormati.

“Knigge” diterjemahkan sebagai “perilaku sopan” dan kelompok ini berkantor di sebuah kastil, 80 kilometer dari Dortmund, di Jerman barat.

Jerman, negara Barat yang dikenal liberal dan bebas itu masyarakatnya masih banyak yang merasa risih dengan kebiasaan itu. Lucunya, di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, justru membawa budaya asing itu ke dalam negeri. Sebagaimana diketahui, cipika-cipiki sempat “dipopulerkan” di kalangan pejabat saat pemerintahan BJ Habibie, yang kebetulan lulusan dan lama menetap di Jerman.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dar Al Bir Sediakan 16.000 Makanan di Al Aqsha
Tulisan selanjutnya Begini Rasanya Dakwah di Atas Kapal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?