Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara AS Bunuh Wartawan Afghanistan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 9 September 2011 21:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tentara Amerika Serikat membunuh seorang wartawan yang bekerja untuk BBC saat dilakukan serangan bulan Juli lalu, demikian sumber pasukan NATO di Afghanistan mengatakan, Kamis (08/9).

Pasukan gabungan NATO di Afghanistan, ISAF,  menyebut pembunuhan Omed Khpalwak itu “salah tembak.”

Menurut ISAF, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihaknya, tentara mereka membunuh Khpalwak karena ia dikira seorang “militan”  yang menyusup ke gedung Radio Televisi Afghanistan di Tarin Khot pada 29 Juli.

Saat tentara Afghanistan melawan kelompok pejuang Afghanistan, yang juga menyerbu gedung pemerintah di sebelahnya, pasukan Amerika Serikat melakukan “operasi pembersihan” di gedung RTA itu.

Saat memeriksa gedung tersebut, seorang tentara melihat seorang pria dewasa, yang kemudian diketahui sebagai Khpalwak, di bangunan yang bersebelahan dengan ruangan tempat para pejuang Afghanistan meletakkan bom bunuh diri dan meledakkannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kemudian suara tembakan terdengar dari luar, yang dikira berasal dari lokasi Khpalwak berada. Seorang tentara melancarkan satu tembakan, tapi itu tidak melumpuhkannya.

Lalu terdengan suara tentara AS lain yang mengatakan bahwa laki-laki tersebut membalas tembakan mereka.

Tak lama kemudian seorang prajurit diperintahkan untuk mendekati dinding yang runtuh, di mana pria itu bisa terlihat.

“Saat prajurit itu mendekat, ia melihat seorang pria dewasa muda berjenggot, dengan sesuatu tergantung di pergelangan tangannya, dan berusaha merogoh sesuatu dari badannya dengan tangannya yang lain,” tulis laporan ISAF.

Prajurit AS itu merasa terancam, ia lalu menembak Khpalwak dengan senjata M-14-nya, membunuh wartawan tersebut.

Pasukan Afghanistan kemudian mengambil mayatnya, yang kemudian diidentifikasi sebagai Khpalwak. Dia tidak bersenjata dan tidak pula ada senjata yang ditemukan di sekitarnya.

“Sepertinya semua suara tembakan yang dikira berasal dari tempat pria itu [Khpalwak], ternyata merupakan suara tembakan tentara Amerika Serikat (sendiri),” kata kesimpulan laporan ISAF.

Khpalwak, yang juga bekerja untuk kantor berita Afghanistan Pajhwok itu, menjadi salah satu korban yang tewas dalam serangan ISAF tersebut.

Menurut Committe to Protect Journalist, organisasi yang berbasis di New York, setidaknya 19 wartawan — kebanyakan wartawan asing — telah terbunuh sejak Amerika Serikat dan sekutunya menyerbu Afghanistan. Khpalwak adalah wartawan pertama yang dibunuh pada tahun 2011 ini.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qadhafi Jadi Buruan Interpol
Tulisan selanjutnya Dekapan Ibu Lebih Manjur Dibanding Ayah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?