Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Yakin Muslim India Lebih Banyak dari Angka Sensus

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 11 September 2011 07:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat yakin bahwa jumlah Muslim India jauh lebih banyak daripada yang tertera dalam data resmi hasil sensus pemerintah. Hal itu terungkap dalam dokumen kawat diplomatik AS yang dibocorkan WikiLeaks bulan Agustus kemarin.

Merujuk pada banyak “kontak” Amerika di India, kawat diplomatik itu menyatakan bahwa kebanyakan dari mereka yakin angka resmi yang dikeluarkan pemerintah India sebagai hasil sensus 2001 yang menyebutkan jumlah Muslim 138 juta adalah lebih rendah dari kenyataannya. Angka sebenarnya jauh lebih tinggi, yaitu mendekati 160 juta hingga 180 juta.

Dengan menyiratkan nada simpati atas pemikiran Muslim India yang cenderung liberal, kawat yang berasal dari Kedutaan Amerika Serikat di New Delhi Februari 2010 itu menyebutkan, mayoritas Muslim India hidup dalam kondisi yang sangat miskin, mesipun sejumlah jutawan seperti Azim Premji, memiliki pengaruh di pasar negara itu.

Artis Bollywood Shahrukh Khan menjadi idola banyak orang, sementara jutaan Muslim hidup dalam kemiskinan. Sejak India merdeka, tiga orang Muslim telah ditunjuk sebagai presiden. Meskipun demikian, Muslim nyaris tidak terwakili di parlemen maupun lembaga-lembaga yang dipilih oleh rakyat lainnya. Demikian tulis kawat diplomatik AS.

Dokumen itu juga menyoroti hasil laporan Komite Rajinder Sachar tahun 2006, yang menunjukkan bahwa sejumlah kecil umat Islam hidup makmur di India, sementara sebagian besar lainnya harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan hidup.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Diplomat-diplomat Amerika juga memperhatikan kelompok Muslim dengan Sy’ah di India. Dua kelompok Muslim yaitu Barelvi dan Deoband, memiliki perbedaan dalam ideologi, kekayaan, pendidikan dan pandangan yang reformis. Barelvi disebutkan, berupaya untuk melakukan kerjasama politik dengan Syi’ah untuk menghadapi Deoband, yang dianggap mendapat pengaruh Wahabi.

Dikatakan dalam dokumen kedutaan AS itu bahwa kelompok Barelvi menang dalam jumlah, sementara Syi’ah memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki lebih banyak kontak dengan golongan elit di India.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mobil Warga Gaza Dimeriam Israel
Tulisan selanjutnya Qadhafi: Berperanglah! Jika Tidak, Akan Pergi ke Neraka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?