Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Harus Dukung Homoseksual Jika Mau Uang dari Inggris

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 31 Oktober 2011 06:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–perdana Menteri Inggris David Cameron mengancam akan menangguhkan bantuan untuk negara-negara yang tidak mengubah peraturan larangan homoseksualitas. Demikian dilaporkan BBC, Ahad (30/10/2011).

Hal tersebut diungkapkan Cameron dalam pertemuan para pemimpin negara Persemakmuran Inggris di Perth, Australia.

Cameron mengatakan, mereka yang ingin mendapatkan bantuan dana dari Inggris harus “mematuhi hak asasi manusia sebagaimana mestinya.”

Mengakhiri larangan terhadap homoseksualitas merupakan salah satu rekomendasi yang diajukan dalam laporan internal untuk rencana ke depan negara-negara Persemakmuran Inggris.

Ancaman Cameron itu hanya dikenakan untuk satu macam bantuan bilateral, yang dikenal dengan dukungan anggaran umum, dan tidak akan mengurangi jumlah keseluruhan bantuan ke satu negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malawi sudah merasakan penangguhan bantuan anggaran tersebut, terkait dengan sikapnya terhadap hak-hak kaum gay.

Selanjutnya, Uganda dan Ghana yang giliran mendapat sorotan.

Dalam wawancaranya di BBC One, Cameron menegaskan bahwa uang bantuan yang diberikan Inggris kepada sejumlah negara harus diberi “syarat”, demi mencapai kemajuan.

“Inggris adalah salah satu pemberi bantuan utama di dunia. Kami ingin melihat negara-negara yang menerima bantuan kami, menerapkan hak asasi manusia sebagaimana mestinya,” kata Cameron.

Sebanyak 41 negara dari 54 anggota Persemakmuran memiliki peraturan yang melarang homoseksualitas. Kebanyakan peraturan itu merupakan peninggalan hukum Inggris pada masa penjajahan.

Pembahasan rancangan undang-undang anti homoseksual di parlemen Uganda pada tahun 2009 memunculkan kontroversi.

Senat Nigeria saat ini sedang membahas rancangan undang-undang yang melarang pernikahan sesama jenis. Termasuk didalamnya hukuman bagi siapa saja yang menjadi saksi atau membantu pernikahan sesama jenis.

Seorang jurubicara di Departemen Pembangunan Internasional Inggris mengatakan, besarnya dana yang dialokasikan untuk dukungan anggaran anggota persemakmuran sekitar 5% dari total anggaran bantuan Inggris £7,46 milyar setiap tahun. Bantuan tersebut memiliki syarat, di mana penerimanya harus mematuhi aturan terkait pengurangan angka kemiskinan, mematuhi HAM, tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas domestik.

Malawi ditangguhkan dana dukungan anggarannya sebesar 19 juta poundsterling, karena berbagai alasan. Antara lain rendahnya tingkat kemajuan HAM, kebebasan pers, dan masalah terkait pendekatan terhadap hak-hak kaum gay.

Ada yang lebih penting
Menanggapi kabar tersebut, Charles Odongpho, seorang jurnalis dari Jaringan Radio Uganda, mengatakan bahwa dirinya dibuat bingung dengan keputusan tersebut.

“Saya menyambut keputusan apapun untuk menekan pemerintah kami, agar lebih menghormati nilai-nilai demokratis dan hak asasi manusia. Tapi, berbicara sebagai seorang rakyat Uganda, saya menilai kami memiliki banyak masalah yang lebih penting untuk diatasi daripada hak homoseksual,” kata Odongpho.

“Ini uang Anda dan Anda tahu mau diletakkan di mana uang itu. Tapi, kami di sini menghadapi masalah-masalah yang sangat serius, seperti korupsi, kemiskinan, pendidikan dan kelaparan. Ini adalah masalah yang paling penting bagi kami. Bukan hak-hak homoseksual,” tegasnya.

Menunjuk seorang komisioner untuk menangani masalah hak kaum homoseksual dan masalah HAM lainnya, merupakan satu dari 100 lebih rekomendasi yang disampaikan dalam laporan internal, yang dibuat oleh Commonwealth Eminent Persons Group, di mana salah satu anggotanya adalah mantan menteri luar negeri Inggris dan seorang Yahudi, Sir Malcolm Rifkind.

Namun, rekomendasi itu mendapat tentangan dari sejumlah pemimpin negara, termasuk Perdana Menteri Australia Julia Gillard, yang berbicara pada hari terakhir pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari di Austarlia Barat itu.*

Keterangan foto: David Cameron dan Julia Gillard.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melarang Buku Ba’asyir, TPM Berniat Gugat Kejagung
Tulisan selanjutnya Awas! Produk Zaitun Italia Beracun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?