Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sastrawan Belanda: “Indonesia Semakin Islam”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 November 2011 07:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Adriaan van Dis, sastrawan Belanda berdarah Indo, selama dua bulan tinggal di Indonesia dalam rangka pembuatan serial dokumenter “Van Dis in Indonesië” atau “Van Dis di Indonesia“. Dalam serial baru ini, ia mengunjungi tempat-tempat yang mempunyai arti bersejarah bagi orangtuanya.

Indonesia bukan negara kelahirannya. Indonesia adalah negara tempat orangtua dan tiga kakak perempuannya lahir. “Indonesia adalah negara keluarga saya, bukan negara saya,” kata Adriaan seperti dikutip harian sore NRC Handelsblad.

Tiga kakak Adriaan berkulit coklat, demikian pula ayahnya. Adriaan satu-satunya dalam keluarga Van Dis yang berkulit putih. Walaupun demikian, ia merasa punya ikatan emosional dengan Indonesia.

Kristen-Muslim

Serial dokumenter dimulai dengan perjalanan naik kapal ke Bali dan Ternate. Perjalanan yang dulu pernah dibuat ibunya ketika masih berusia 22 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Ternate, serial itu menyorot masalah antara warga Kristen dan Muslim. Masalah yang sebenarnya ditinggalkan Belanda yang dulu mencari rempah-rempah. “Namun, serial ini bukan semuanya tempo doeloe, mungkin dua menit saja yang menyorot tempo doeloe.”

Adriaan juga mengunjungi Sumatra, tempat ayahnya bekerja membangun jalur kereta api. Di tengah-tengah rimba, ada sebuah lokomotif. “Di tempat itu saya tidak merasa apa-apa.” Namun ketika Adriaan mengunjungi kamp, tempat ibunya ditahan, Adriaan menjadi sangat emosional.

“Kamp itu sekarang menjadi sekolah. Anak-anak bermain di tempat kakak saya dulu bermain.”

Di Indonesia semuanya bisa, kata Adriaan. Namun, tambahnya, masih banyak yang harus berubah, misalnya prasarana. 

“Saya sudah 20 kali ke Jakarta, jika ditotal, kena macet selama tiga hari penuh. Kondisi jalan di Sumatra sangat buruk. Untuk menempuh jarak 220 kilometer, saya harus duduk di mobil selama sembilan jam.”

Semakin Islam

Adriaan juga melihat awan gelap di atas Indonesia. Semakin fundamentaliskah Indonesia? Ataukah negeri itu menjadi demokrasi terbuka di mana Islam agama terpenting?

“Semua orang yang kami ajak ngobrol, juga cemas tentang hal itu. Di Ternate, setiap 50 meter ada sebuah mesjid, dibiayai jemaat di luar negeri. Pulau itu miskin, mengenal tingkat pengangguran yang tinggi di antara laki-laki muda. Dalam situasi seperti itu orang mencari keselamatan melalui agama. Jika dibandingkan dengan 15 tahun lalu, Indonesia jelas semakin Islam,” ungkap Adriaan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: Masyarakat Lingga Butuh Pesantren
Tulisan selanjutnya Antara Fikih Kaku dan Fikih Lentur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?