Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Tolak Manusia Perahu, PNG Disuruh Menampung

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2013 06:52 6:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2013 06:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pengungsi yang berusaha mencapai Australia dengan menumpang perahu, atau yang biasa disebut dengan manusia perahu, tidak akan ditampung lagi oleh Australia dan akan diarahkan ke Papua New Guinea (PNG), kata Perdana Menteri Australia Kevin Ruud.

Pengumuman itu disampaikan Ruud yang mulai melakukan perombakan besar kebijakan suaka menjelang pemilihan umum dalam waktu dekat, lapor BBC Jumat (19/7/2013).

Ruud beralasan, tindakan tegas itu diambil guna melindungi keamanan perbatasan wilayah Australia.

Hal itu juga ditujukan agar orang-raong tidak lagi melakukan perjalanan berbahaya menuju Australia dengan menggunakan perahu.

“Negara kami sudah cukup menghadapi orang-orang yang mengkesploitasi para pencari suaka dan melihat mereka tenggelam di lautan lepas,” kata Ruud.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perjanjian antara Australia dan PNG mengenai pengalihan tujuan manusia perahu itu –yang disebut dengan Regional Settlement Arrangement– ditandatangani kedua negara pada hari Jumat (19/7/2013).

“Mulai sekarang, siapapun pencari suaka yang tiba di Australia dengan perahu tidak memiliki kesempatan ditampung di Australia sebagai pengungsi,” kata Rudd.

Berdasarkan perjanjian kedua negara bertetangga itu pencari suaka lewat laut akan ditampung oleh PNG.

Menurut Rudd, PNG sedang mempersiapkan penampungan dengan kapasitas 3.000 orang di Pulau Manus.

Menteri Imigrasi Tony Burke mengatakan, kebijakan itu berlaku mulai hari Jumat ini.

Sebagai imbal balik kesediaan PNG menampung manusia perahu, Australia berjanji akan membangun rumah sakit dan universitas di PNG. Tidak diungkapkan berapa besar uang yang akan diberikan Australia lewat bantuan sosial itu.

Dalam 18 bulan terakhir jumlah manusia perahu menuju Australia meningkat tajam. Kebanyakan berasal dari Iraq, Iran, Sri Lanka dan Afghanistan. Mereka transit di Indonesia lalu berangkat kembali menuju Pulau Christmas, wilayah daratan Australia yang paling dekat dengan Pulau Jawa. Perahu-perahu yang digunakan seringkali melebihi kapasitas, sehingga insiden perahu tenggelam kerap terjadi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Charity Indonesia Bantu Anak-anak Yatim
Tulisan selanjutnya Bangladesh Tak Akui Muslim Rohingya di Saudi Sebagai Warga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?