Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karena Jenggot Sehari Kerja Langsung Dipecat

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Maret 2012 23:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pemuda Muslim Inggris dipecat di hari pertamanya bekerja, karena jenggot lebat yang dipeliharanya.

Shahid Saleem, 21, masuk sebagai karyawan di toko alat komunikasi Vodafone di Sutton High Street lewat agen tenaga kerja Adecco pada 9 september 2011.

Pada hari pertamanya itu, Saleem langsung dibawa ke ruangan belakang oleh manajer toko, yang mengatakan bahwa ia tidak dapat bekerja di sana karena jenggot yang dipeliharanya.

Saleem, yang memelihara jenggot karena alasan agama itu,  kemudian mempertanyakan aturan pakaian di tempat kerja dari Vodafone.

Bukannya mendapat penjelasan atas pertanyaannya, Saleem malah digiring keluar oleh si manajer, dan disuruh bicara dengan agen tenaga kerjanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Selama itu dia [manajer toko] terus bicara kepada saya. Dia bicara dengan merendahkan saya secara terbuka di hadapan para karyawan Vodafone,” kata Saleem, seraya menegaskan bahwa hal itu sungguh membuatnya kesal dan terhina.

“Dia tidak bicara apapun tentang pakaian saya. Dia hanya mengatakan bahwa dia tidak mau saya bekerja dengannya jika saya berjenggot,” kata Saleem, dikutip Croydon Guardian, Kamis (29/03/2012).

“Apa yang [manajer toko] lakukan adalah diskriminasi terang-terangan dan diskriminasi di negara ini ilegal, khususnya terkait dengan tempat kerja,” kata Saleem, seraya menegaskan bahwa seumur hidup tidak ada yang pernah memperlakukan dirinya seperti itu.  

Setelah ditanyai tentang aturan berpakaian itu, pada hari yang sama manajer toko menelepon Adecco bahwa Saleem dapat kembali bekerja tanpa harus mencukur jenggotnya.

Vodafone menyelidiki kasus itu dan kemudian mengirimkan penjelasan dan permintaan maaf kepada Saleem.

Disebutkan bahwa manajer toko tersebut merasa penampilan Saleem tidak cocok dengan dunia bisnis. Meskipun, Vodafone mengakui bahwa manajer itu hanya memfokuskan perhatiaannya pada jenggot Saleem dan bukan keseluruhan penampilannya.

Vodafone mengatakan bahwa manajer toko tersebut telah diikutsertakan dalam kursus, tentang pendekatan dan kebijakan Vodafone terkait perbedaan di lingkungan kerja mereka.

Meskipun sudah dapat bekerja kembali di tempat itu, Saleem berat untuk kembali. Menurutnya, suasana kerja di sana tidak akan baik sebab dia sudah mendapat perlakuan diskriminatif di hari pertama bekerja dulu.

Beberapa komentar pembaca berpendapat Saleem sengaja dipermalukan. Terlebih karena Saleem sudah berjenggot lebat saat mulai mencari pekerjaan dan melewati wawancara kerja lewat Adecco, dan agen tenaga kerja itu tidak mempermasalahkan jenggotnya.

Sebagian menuding sikap rasis dan diskriminatif jelas terlihat dalam kasus ini. Bahkan sebagian ada yang berpendapat, Saleem mendapat perlakuan diskriminatif bukan karena jenggotnya melainkan karena ia Muslim.

“Melihat kelebatan jenggotnya, tidakkah ia sudah begitu sejak wawancara? Lagipula, perusahaan yang membuka lowongan, tidakkah mereka memiliki informasi tentang batasan-batasan tertentu. Menurut saya, dia (Saleem) harus memperkarakan keduanya karena penghinaan,” kata pembaca yang menggunakan nama Trasie.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ayam Prancis Jadi Petugas Kebersihan
Tulisan selanjutnya Padat Peziarah Makam Saddam Hussein akan Dipindah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Berita
25 Juni 2026 11:39
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?