Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bahaya Syiah Iraq Sudah di Depan Pintu!

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 April 2012 10:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria mirip mantan orang dekat Saddam Hussein muncul dalam rekaman video di situs Partai Baath, mengajak rakyat melawan dominasi pemerintah Syiah Iraq.

Dilansir oleh Reuters (08/04/2012), rekaman video yang diunggah ke situs Partai Baath, partai Saddam Hussein yang sekarang dinyatakan ilegal, menunjukkan sosok Izzat Ibrahim Al Douri mengenakan seragamnya era Saddam dan duduk di depan bendera lama Iraq.

“Kita harus memulai lagi dari awal dengan segera … untuk membangun kembali partai revolusioner Baath,” katanya, dalam video yang disiarkan dalam rangka ulang tahun Partai Baath ke-65.

Izzat Ibrahim Al Douri adalah mantan ketua Partai Baath saat Saddam Hussein berkuasa. Ia menjadi satu-satunya pejabat era Saddam dengan pangkat tertinggi yang belum berhasil ditangkap Amerika Serikat dan pemerintah Syiah Iraq bentukan AS. Washington mengiming-imingi hadiah sebesar USD10 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Al Douri. Pria tua itu termasuk dalam daftar 55 warga Iraq yang paling dicari oleh militer Amerika Serikat. Namanyanya berada di urutan ke-6.

“Setiap orang dapat mendengar suara bahaya bergema setiap hari yang mengancam negeri ini,” katanya dalam video yang berdurasi satu jam itu, lansir Associated Press.

Al Douri juga mengkritik pemerintah negara-negara Arab yang mendukung pemerintah Syiah Iraq, dan mengecam mereka karena ikut memusuhi para pejuang Iraq yang berperang melawan invasi militer Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, pemerintah AS menuding Al Douri menjadi komandan yang mengorganisir para pejuang Iraq yang disebut sebagai pemberontak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sembilan tahun telah berlalu sejak invasi dan pendudukan (AS-red) dan para pengkhianat ini telah memunggungi perlawanan para pejuang Iraq,” kata Al Douri.

Al Douri pada saat yang sama memperingatkan negara-negara Muslim Arab, atas apa yang disebutnya sebagai “invasi Safavid” di kawasan itu, merujuk pada pengaruh Syiah Iran yang semakin kuat dalam pemerintah Iraq sekarang ini.

“Kami tunjukkan di depan mata dan di genggaman tangan Anda, bahwa musuh Safavid dari Persia hari ini telah berdiri depan pintu,” kata Al Douri menegaskan.

Al Douri mengatakan, Partai Dakwah Islam –partai Syiah tempat Perdana Menteri Nuri Al Maliki bernaung– “telah mengumumkan Iraq sebagai ibukota Syiah, dan ia menyeru kepada para pemimpin negara-negara Arab agar mengakui realita itu.”

Al Douri pernah dikabarkan telah mati atau tertangkap lebih dari satu kali. Pada rekaman video yang dirilis tahun 2009, ia mengirimkan pesan serupa, menyeru agar para pejuang Muslim Iraq bangkit melawan Syiah lewat jalur politik.

Peringatan bahaya Syiah di Iraq oleh Al Douri ini kiranya bukan isapan jempol semata. Terbukti, hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menarik hampir seluruh pasukannya pada akhir Desember 2011, Al Maliki mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Al Hashimi. Pemimpin pemerintahan Iraq yang dikuasai Syiah, Perdana Menteri Nuri Al Maliki, mengumumkan Wakil Presiden Tariq Al Hashimi sebagai tersangka otak aksi terorisme di Iraq dan mengendalikan pasukan berani mati penentang pemerintah. Al Hashimi adalah satu dari segelintir politisi Muslim yang berada di pemerintahan sebagai perwakilan dari warga Muslim Iraq. Al Hashimi kemudian mengungsi ke wilayah Kurdistan.

Pemimpin Wilayah Otonomi Kurdistan Massoud Barzani, seperti halnya pemerintah Turki, mengecam dominasi politik kelompok Syiah di Iraq. Belum lama ini Barzani sengaja terbang ke Washington menemui para pemimpin Amerika Serikat untuk mengadukan Syiah Iraq yang berusaha menguasai penuh pemerintahan Iraq dan menagih komitmen Gedung Putih yang berjanji akan mempertahankan persatuan Iraq setelah menarik pasukannya dari negeri 1001 malam itu.

Barzani mengatakan bahwa Nuri Al Maliki, yang naik ke kursi perdana menteri dengan dukungan penuh dari Washington, memerintah di Iraq seperti seorang diktator.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iraqMedia Islamold migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Business Plan A La Pak Kiai…
Tulisan selanjutnya Bertelungkup untuk Payungi Kitab dari Hujan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?