Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Si Anti Muslim Sarkozy Kalah di Putaran Pertama

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 23 April 2012 11:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Calon dari Partai Sosialis Francois Hollande berhasil menduduki tempat teratas dalam pemilihan presiden Prancis putaran pertama, dengan kemenangan tipis atas calon incumbent Nicolas Sarkozy.

Dilansir oleh Euronews, Ahad (22/04/2012), Hollande memenangi 28,10% suara pemilih, sedangkan Sarkozy dari partai beraliran kanan tengah UMP mendulang 26,98% suara. Di tempat ketiga bertengger tokoh Partai Front Rakyat Prancis, Marine Le Pen, dengan perolehan suara 18,76%.

Di tempat ke-3 dan ke-4 berturut-turut ada Jean Luc-Melenchon (sayap kiri jauh) dengan 10,89% suara dan Francois Bayrou (tengah) 9,19% suara.

Keikutsertaan pemilik suara dalam pemilihan umum kali ini diperkirakan 80%, atau turun dibandingkan pemilihan sebelumnya yang mencapai 84%.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan berada di urutan pertama dan kedua, Hollande dan Sarkozy berhak maju ke putaran kedua pemilihan presiden Prancis kali ini.

Para pengamat memperkirakan Sarkozy akan berusaha mati-matian menarik para pemilih Bayrou, agar memberikan suara mereka kepadanya di putaran kedua pada 6 Mei mendatang.

Pendukung Front Rakyat Prancis agak sulit diprediksi kecenderungannya, apakah akan tetap mendukung putri mantan politikus besar Jean-Marie Le Pen tersebut atau memberikan suara mereka untuk Hollande atau Sarkozy.

Sementara itu, Luc-Melenchon dan Eva Joly (2%) mendesak para pendukung masing-masing untuk memberikan suaranya kepada Hollande.

Dalam pidato usai perhitungan suara yang menunjukkan keunggulannya, Hollande menyebut Sarkozy sebagai “kandidat yang akan terdepak” dan bahwa kekalahannya merupakan hukuman dari para pemilik suara terhadap Sarkozy atas kebijakan-kebijakannya selama ini. Hollande menjanjikan pertumbuhan ekonomi Prancis dan menyerang kelompok-kelompok elit yang mengelilingi presiden Sarkozy.

Menanggapi hasil putaran pertama itu, Marine Le Pen mengatakan bahwa partainya adalah satu-satunya “oposisi” yang tersisa di Prancis. Dan hasil perhitungan putaran pertama hanyalah sebuah “hasil permulaan”.

Jika Sarkozy tidak bisa mengubah pendapat sebagian besar rakyat, maka dia akan menjadi presiden incumbent pertama yang kalah saat mencalonkan diri kembali sejak kekalahan Valery Giscard d’Estaing 1981, tulis BBC.

Selama memerintah, Sarkozy tidak sedikit mengeluarkan kebijakan yang menyudutkan kaum Muslim dan minoritas dan imigran.

Sarkozy ikut mengajukan peraturan yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat publik di Prancis. Ia mengajukan RUU –yang kemudian dibatalkan mahkamah– yang menyebut kematian rakyat Armenia dalam perang saat memberontak dari kekuasaan Kekhalifan Utsmani di tahun 1915 merupakan genosida yang dilakukan oleh pasukan Turki Islam, dan siapa saja yang penyangkal pembantaian itu akan dikenai sanksi hukum.

Sarkozy juga mengeluarkan perintah deportasi besar-besaran terhadap orang-orang gipsi Roma.

Meskipun ia keturunan Yahudi imigran dari Hungaria, Sarkozy bersikeras untuk mengurangi jumlah imigran di Prancis yang disebutnya terlalu banyak. Patut diketahui bahwa Muslim di Prancis sebagian besar adalah orang-orang imigran atau keturunan imigran. Dan populasi Muslim di Prancis merupakan kelompok masyarakat minoritas terbesar di Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mampukah Pemimpin Baru Membawa Penerapan Syariat Islam?
Tulisan selanjutnya Kewajiban Menutup Aurat: Bukti Islam Tidak Bias Gender (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?