Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW Minta NATO Tanggung Jawab Soal Korban Sipil Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2012 15:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Human Rights Watch (HRW) mendesak NATO agar menyelidiki kematian korban sipil dalam serangan udara yang dilancarkannya tahun lalu dalam upaya menggulingkan rezim muammar Qadhafi.

“Kami meminta dilakukan penyelidikan yang cepat, dapat dipercaya dan seksama,” kata Fred Abrahams dari HRW kepada BBC News (14/05/2012).

HRW yakin serangan udara NATO menewaskan setidaknya 72 warga sipil dan menyatakan organisasi itu harus bertanggungjawab.

NATO bersikeras melakukan upaya untuk meminimalisir dampak bagi masyarakat sipil dan menyatakan tidak dapat bertanggungjawab karena tidak ada yang dapat mengkonfirmasi jumlah kematian.

Sebelumnya pada bulan Maret lalu, Amnesty international mengatakan telah mendata korban yang berjumlah 55 orang. Di mana 16 di antaranya anak-anak dan 14 perempuan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Amnesty menyatakan kecewa, karena NATO gagal untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Dalam laporan yang dipublikasikan Senin (14/05/2012), HRW mengatakan telah mempelajari rincian bukti yang mengklaim kematian warga sipil dalam delapan serangan udara terpisah yang dilakukan NATO.

Disebutkan bahwa pemboman pertama yang dilakukan NATO menewaskan 14 orang, dan tak lama kemudian bom kedua menewaskan 18 orang, yang tengah membantu para korban sebelumnya.

Menurut Abrahams yang menjadi masalah utama adalah para keluarga korban tidak ditawari kompensasi. “Sampai sekarang, NATO masih menyangkalnya,” katanya.

“Mereka menolak untuk memberikan informasi mengenai bagaimana mereka tewas dan menolak untuk menyelidiki, dan ini tidak ada transparansi.”

Abraham menilai, ketidakpedulian NATO menjadikan nyawa warga sipil tidak bergun, terlebih jika di masa depan NATO menolak untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan yang diperbuatnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersedakah kepada Orang yang Memberi
Tulisan selanjutnya 26.000 manuskrip kuno Indonesia ada di Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?