Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah New Jersey Sahkan “Memata-Matai” Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2012 08:24
Bagikan
Muslimah Amerika mempertanyakan hak-hak mereka/irib
Bagikan

Hidayatullah.com–Pejabat New Jersey menyatakan bahwa memata-matai umat Islam di Amerika adalah legal alias sah. Hal itu sebagai kelanjutan atas upaya pejabat Amerika Serikat untuk mengintensifkan Islamphobia, demikian dikutip IRNA.

Chris Christie, Gubernur New Jersey pasca tinjauan triwulan menyatakan bahwa aktivitas polisi New York yang memata-matai kegiatan perdagangan, masjid, dan sekolah-sekolah umat Islam tidak melanggar hukum di New Jersey.

Hasil akhir dari penyidikan Jeffrey S. Chiesa, Jaksa Agung New Jersey yang diangkat oleh Gubernur Chris Christie untuk menyelidiki kasus spionase polisi New York terhadap umat Islam, mengindikasikan kegagalan upaya umat Islam di negara bagian itu untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

Agen polisi New York dan mata-mata mereka disebarkan di berbagai tempat termasuk di kafe-kafe umat Islam dan tempat kegiatan keagamaan untuk mengontrol aktivitas umat Islam.

Kian hari aktivitas Islamphobia dan penindasan terhadap hak-hak umat Islam di Amerika terus meningkat. Beberapa waktu lalu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) merilis berita dibentuknya kelas-kelas pendidikan anti-Islam bagi tentara Amerika. Dewan tersebut dalam situs resminya menyatakan bahwa komando militer Amerika mengajarkan kepada pasukan negara itu sebuah materi bahwa Islam adalah musuh utama Amerika. Langkah tersebut bertujuan menyebarkan Islamphobia di antara militer negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Associated Press melaporkan bahwa dalam salah satu kursus militer yang dilakukan oleh Pentagon, para perwira pasukan AS diajari bahwa musuh Amerika adalah umat Islam secara keseluruhan dan Washington memiliki kemungkinan melakukan serangan besar terhadap tempat-tempat suci umat Islam di Makah dan Madinah, tanpa harus mempedulikan resiko  warga sipil muslim yang  menjadi korban.

BBC juga  memuat pemberitaan bahwa  di Akademi militer Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia, mereka sedang mempersiapkan tentara masa depan  Amerika Serikat  yang akan melakukan perang total melawan 1,4 miliar Muslim diseluruh dunia.

Materi-materi pendidikan militer Amerika yang anti Islam itu memunculkan protes dari CAIR, kelompok advokasi Muslim Amerika. CAIR menyerukan kepada Departemen Pertahanan untuk menghentikan program tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Barack Obama di awal pemerintahannya berjanji akan mengubah sikap Washington terhadap umat Islam. Namun langkah anti-Islam di Amerika yang terus meningkat membuktikan bahwa janji tersebut tidak ditepati Obama.

Media-media Amerika biasanya tidak mereaksi langkah-langkah anti-Islam dan pejabat negara itu pun tidak mengambil tindakan tegas guna mencegah terulangnya berbagai aksi penistaan terhadap kesucian Islam. Ada beberapa faktor penyebab meningkatnya penindasan dan penekanan terhadap umat Islam, di antaranya adalah ketakutan pemerintah Amerika terhadap Islam dan propaganda Washington kepada warga Amerika bahwa Islam adalah ancaman bagi mereka.

Disebutkan bahwa mayoritas langkah anti-Islam terjadi di negara-negara bagian seperti  California, New York, Arizona, Virginia, Texas, Florida, Ohio, Maryland, New Jersey dan Illinois.

Pelanggaran terhadap hak-hak umat Islam di Amerika sangat tinggi, di mana banyak aktivis di negara itu yang mengajukan protes. StephenHaldz, pakar hukum masalah minoritas mengatakan, Amerika selalu mengklaim pembela peradaban, kebebasan, dan pembela HAM. Namun ketika hak-hak umat Islam di negara ini diinjak-injak, Washington hanya bungkam, dan justru membatasi hak-hak mereka.

Sementara jika Negara-negara Muslim melakukan hal sama, atau sekiranya organisasi seperti FPI melakukannya di Indonesia, mungkin, dunia yang heboh.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Helikopter Jatuh Tewaskan 2 Tentara NATO di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Kemenag Minta CJH Tuntaskan Pengurusan Paspor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?