Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sumbangan 10% ke Gereja Dipertanyakan Umat Kristiani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2012 08:54
Bagikan
Survey NAE, 58% umat Kristen tak percaya sumbangan 10%
Bagikan

Hidayatullah.com–Sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang mempertanyakan: Apakah Bible mewajibkan orang percaya memberikan perpuluhan (memberikan sumbangan 10% dari pendapatan untuk gereja) sebagaimana yang dilakukan para pengikut Tuhan di Perjanjian Lama? Jawabannya singkat: Ya dan Tidak menurut pendeta evangelis J.D. Greear.

Pendeta dari The Summit Church di Durham, Carolina Utara ini, menerima banyak sekali pertanyaan tentang apakah persepuluhan itu ada di Bible. Pertanyaan yang masuk berkali-kali akan kembali kepada “Apakah kita di bawah hukum Taurat atau kasih karunia?” Greear menyatakan meskipun “Yesus TIDAK MENINGGALKAN kita di bawah hukum Taurat, bukan perpuluhan atau apapun”, tetapi ide untuk memberikan 10% dari seluruh pendapatan merupakan “panduan yang baik”.

“Kita tidak lagi berada di bawah bangsa teokratis Israel, namun bagaimana Tuhan telah membentuk perekonomian bagi umat-Nya tidaklah berubah,” ungkapnya melalui sebuah postingan di blog pribadinya sebagaimana dikutip laman Kristen, jawaban.com.

“Hukum itu diberikan untuk membantu kita hidup di dalam shalom Tuhan. Itulah yang memberikan efek abadi kepada hukum tersebut (prinsip hari Sabat dan perpuluhan),” ujarnya.

Greear menekankan bahwa perpuluhan bukanlah hukum wajib bagi orang Kristen seperti halnya bagi orang Israel. Namun pada saat yang sama, Injil menyerukan untuk umat Kritiani masuk dalam level yang lebih tinggi dalam meresponi hukum Tuhan (Yesus, red).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Perintah Tuhan mengatakan ‘Jangan membunuh’, namun Yesus mengatakan Injil menuntut kita untuk mengasihi saudara kita dan tidak membencinya, bahkan terhadap musuh kita,” tulisnya. “Jadi jika hukum berkata “Berikan 10%”, kemurahan hati seperti apa yang dituntut oleh Injil? Bukankah kemurahan hati yang LEBIH BESAR dari 10%, sama seperti perintah lainnya yang diajarkan oleh Kristus?”

Sebuah laporan yang dirilis tahun lalu mengenai pemberian gereja negara sepanjang 2009 mengungkapkan bahwa persepuluhan umat Protestan mencapai tingkat terendah dalam 41 tahun terakhir.

Umat Kristen hanya memberikan sekitar 2,38% dari pendapatan mereka ke gereja pada tahun 2009, turun dari 2,43% pada tahun 2008, menurut laporan yang dirilis empty tomb.inc.

Sebuah survei di tahun 2011 juga menemukan bahwa mayoritas pemimpin Injili tidak percaya bahwa Bible memerintahkan persepuluhan.

Survei dari The National Association of Evangelical (NAE) mengungkapkan bahwa 58% tidak percaya akan persepuluhan sementara hanya 42% yang melakukannya.

Meskipun demikian, sebagian besar pemimpin NAE mengatakan mereka memberikan setidaknya 10% dari penghasilan mereka dan menyatakan bahwa orang Kristen harus memberikan dengan murah hati.

Pete Wilson, senior pastor dari Cross Point Church di Nashville, memiliki pandangan yang serupa.

“Jika Anda bertanya kepada saya apakah Anda harus memberikan perpuluhan, saya akan menjawab: Mungkin saja tidak. Menurut saya Anda harus memberikan proporsi yang lebih besar dari penghasilan Anda,” ungkapnya dalam postingan blognya di bulan Mei.

“Kasih karunia Yesus Kristus seharusnya memaksa kita untuk memberikan lebih dari yang diperintahkan oleh hukum Taurat!”

Dengan cara yang sama, Greear percaya bahwa dalam Injil yang menyentuh jiwa, perpuluhan seharusnya tidak menjadi atap dari pemberian mereka, melainkan menjadi dasar. Dan orang Kristen seharusnya menyisihkan ‘perpuluhan’ terlebih dahulu dan bukannya sisa setelah menghitung segala pengeluaran. Bagi Greear, prinsip “buah sulung” juga berarti perpuluhan sebelum pajak.

“Sebagian besar dari kita, bahkan mereka yang memiliki penghasilan berlebih, akan selalu merasa bahwa kita tidak dapat memenuhi tuntutan 10%. Saya tidak pernah dapat mengakhiri bulan dengan menyisakan 10% dari penghasilan saya. Itulah sebabnya saya pikir bahwa prinsip buah sulung sangat penting untuk gaya hidup di bawah otoritas Tuhan,” tulisnya. “Buah sulung harus ditujukan kepada Tuhan, dan 10% adalah sesuatu yang tepat untuk memulai.”

Menyadari bahwa argumennya tentang perpuluhan dapat dianggap sebagai ‘egois’ dan ‘manipulatif’, mengingat perannya sebagai pendeta, Greear menghimbau kepada mereka yang memiliki perasaan curiga untuk memberikan perpuluhan di tempat lain.

“Jika hal ini mengganggu Anda, kami tidak memerlukan uang Anda. Berikan ke tempat lain, namun saya ingin Anda mengalami sukacita dari ketaatan dan iman dalam area ini,” ungkapnya menegaskan.

Dalam menanggapi pembaca yang berkeyakinan bahwa perintah perpuluhan telah berakhir di kayu salib dan mereka yang lebih lanjut menolak argumen bahwa bagi yang tidak memberikan perpuluhan telah merampok Allah, Greear membuat sebuah pernyataan yang jelas: “Tuhan tidak membutuhkan uang kita atau penyembahan kita atau komitmen kita atau apapun.”

“Ibadah gereja sepenuhnya tentang apa yang telah Tuhan berikan kepada kita di dalam Kristus dan bagaimana kita secara bebas menanggapi melebihi penyembahan, pengorbanan dan uang kita,” ungkapnya. “Tuhan tidak membutuhkan apapun yang ditawarkan dalam ibadah. Kitalah pihak yang membutuhkan hal itu. Jadi, pemberian kita adalah untuk Tuhan, namun dalam meresponi apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita dengan menggunakannya untuk menyebarkan secara lebih lagi dari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.”

Pendeta dari The Summit Church ini memberikan lebih dari 10% penghasilannya untuk gereja. Sementara ia dan istrinya telah memulainya dengan 10%, ia mengatakan mereka telah meningkatkan persentase pemberian setiap tahun dan saat ini pemberian mereka “jauh di atas perpuluhan gereja, dan lebih lagi” bagi pelayanan lain.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tanwir Muhammadiyah Jabar akan Bahas Strategi Dakwah
Tulisan selanjutnya Innalillah! Pembantaian Muslim Myanmar Berlanjut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?