Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakar Heran Media Mesir Dukung Militer Gunakan Kekerasan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2013 12:14 12:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2013 12:14
Bagikan
Pengamat Politik Hisham Karim
Bagikan

Hidayatullah.com—Koran-koran Mesir secara seragam  berbaris di belakang pemerintah dan komandan militer yang membentuknya yakni Jenderal Abdul Fattah al-Sisi untuk melancarkan kampanye negative terhadap gerakan Al Ikhwan al Muslimun, demikian analisis pakar politik atas situasi Mesir.

Menurut para pakar, media massa Mesir –baik swasta maupun pemerintah– berbaris di belakang pemerintah dengan menggambarkan perang melawan Ikhwanul Muslimin sebagai “perang melawan teror“ sambil menjelekkan media asing.

Saat polisi dan tentara memburu para anggota kelompok Ikhwan yang mendukung presiden terguling Mohammad Mursy, misalnya, media setempat mengambil bagian dalam “kampanye melawan Ikhwan dan gelombang Islamis lainnya“, demikian pendapat pengamat politik Hisham Kassem dikutip DW.DE.

“Kini media memafaatkan situasi yang dihadapi Ikhwan dan membuat mereka harus membayar (apa yang mereka lakukan sebelumnya-red),“ ujar Hisham.

Selama berhari-hari, tiga stasiun televisi bersiaran dengan sebuah slogan dalam bahasa Inggris: ”Mesir memerangi terorisme“.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media melaporkan detik-detik bentrokan terakhir antara para pendukung Mursy dan pasukan keamanan yang telah merenggut nyawa hampir 900 jiwa sejak Rabu pekan lalu.

Di antara siaran, mereka memutar lagu-lagu patriotik untuk mengiringi gambar pasukan keamanan melakukan latihan militer dan mempertontonkan kebaikan bagi rakyat Mesir.

Sebuah program berjudul ”Sejarah Hitam Organisasi Ikhwanul Muslimin” seolah dimaksudkan untuk menunjukkan sejarah kekerasan kelompok tersebut.

Termasuk di antaranya foto-foto arsip para anggota Ikhwan, serta percobaan pembunuhan atas presiden Gamal Abdul Nasser dan pembunuhan atas presiden Anwar Sadat yang dilakukan kelompok Islamis.

Diakhiri dengan berbagai cuplikan bentrokan terakhir, yang menunjukkan laki-laki bersenjata anggota kelompok Islam tersebut serta bangunan-bangunan yang terbakar.

Harian milik pemerintah Al-Ahram hari Senin lalu bahkan mendedikasikan seluruh halaman depan — serta sembilan berita utama terpisah — untuk memuat pidato yang disampaikan Jenderal Sisi satu hari sebelumnya.

Mengeritik media asing

Abdul Halim Qandil, kepala editor harian independen Sawt al-Ummah, melihat bersatunya media dalam satu front adalah sebuah respon yang normal atas “perang nasional” di negeri itu.

Ia justru mengkritik keras kalangan Islam dan menuduh media Barat berayun di antara dua ekstrim: kebencian atas Islam dan kecintaan pada kelompok Ikhwanul Muslimin.

“Ini telah membuat kemarahan serius dan kecurigaan dari kalangan rakyat Mesir“ atas media asing, kata dia.

Sejak Mursy terguling oleh militer pasca demonstrasi besar, media asing justru diserang oleh pemerintah dan masyarakat, khususnya yang ada di ibukota Kairo.

Pemerintah menuduh para wartawan Barat mengabaikan korban kekerasan yang dilakukan para pendukung Mursy, seperti tentara dan polisi.

Kini berjalan-jalan dengan sebuah kamera di jalanan telah menjadi sesuatu yang berbahaya, kata seorang fotografer Barat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

“Saya takut pergi ke jalan dengan kamera saya sejak pemerintah memberi izin kepada pasukan keamanan untuk melepaskan tembakan“ atas para demonstran yang menyasar gedung-gedung pemerintah, kata dia.

“Hari ini saya berhasil mengambil beberapa gambar dari dalam mobil. Saya keluar selama 45 detik untuk mengambil gambar-gambar lainnya,“ kata fotografer yang telah berada di Mesir selama 18 bulan tersebut.

“Dengan menerbitkan pernyataan yang menuduh media Barat telah bias, pemerintah menghasut agar masyarakat benci terhadap kami,“ kata dia.

“Dua fotografer kawan saya dipukuli beberapa hari lalu oleh sekelompok orang muda saat mereka mengambil foto-foto di dalam sebuah gedung pemerintah.“

“Mereka menyeret mereka keluar dari gedung sambil berteriak `mereka mata-mata!`sebelum kemudian mulai menggebuki mereka.“

Di depan kamar mayat di Kairo Senin lalu, sekelompok orang mengepung dua wartawan kantor berita asing saat mereka mencoba mewawancarai keluarga korban yang tewas.

”Sekelompok orang mengelilingi saya, mencoba merebut kamera dari tangan saya,” kata salah seorang wartawan itu, sambil mengatakan ia berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan sejumlah keluarga korban.

Tiga jurnalis tewas terbunuh di Kairo sejak Rabu pekan lalu, saat pasukan keamanan membubarkan paksa dua kamp protes kelompok pendukung Mursy.

Sejak  gerakan akar rumput “Tamarod” (oposisian) akhir Juni 2013 berhasil memobilisasi jutaan rakyat Mesir untuk memrotes Ikhwanul Muslimin, kelompok Ikhwan terus dipojokkan, dituding sebagai ancaman bagi bangsa Mesir. Media bahkan  mencapnya sebagai kelompok “teroris-fasis”.

Loay Mudhoon, seorang wartawan lepas di Jerman mengaku heran melihat media Mesir.

“Hampir tak terbayangkan bahwa masyarakat Mesir akan mendukung kekerasan dan pertumpahan darah yang begitu hebat, tanpa suasana pogrom yang disulut secara terorganisasi oleh militer. Strategi rejim baru, yang merupakan aliansi antara garis keras militer dan pendukung lama Husni Mubarak, tampaknya akan sengaja menyapu Ikhwanul Muslimin,” tulis Loay Mudhoon dikutip DW.DE.

Menurutnya, tidaklah mungkin untuk mengalahkan sebuah gerakan sosial agama seperti Ikhwanul Muslimin dengan kekerasan, karena itu strategi kaum penguasa Mesir pasti akan berdampak buruk bagi masa depan negara itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ikhwanul MusliminKudeta MesirMedia Mesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Hadiri Konferensi Pemikiran Islam di Jordan
Tulisan selanjutnya Update Serangan Kimia Assad di Pinggiran Damaskus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?