Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Salam dari Salim

Dua Kendaraan Berjurusan Surga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2013 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2013 08:20
Bagikan
ilu
Bagikan

Oleh: Salim A. Fillah  

“Semua orang kan kembali pada Allah setelah matinya. Tapi berbahagiah dia yang telah melangkah menuju Allah sepanjang hidupnya.” [Sayyid Quthb]

HIDUP adalah perjalanan yang digariskan memiliki 2 rasa: manis dan getir, lapang dan sesak, suka dan duka, nikmat dan musibah;  serta  sabar dan syukur.

Tak seorangpun bisa lepas dari 2 rasa itu, pun juga mereka yang dicintaiNya. Makin agung nikmat, besar pula musibahnya.  

Imanpun tak menjamin kita selalu berlimpah dan tertawa. Tapi ia menyediakan lembut elusanNya dalam apapun dera yang menimpa.  

Baca Juga

Sang Pangeran, Wine, dan Perempuan
Ibu dan Buku
Salafi
Bersama di Jalan-Nya
Gubernur

Maka sabar dan syukur adalah wahana yang akan membawa hamba, menselancari kehidupan nan berrasa dua itu dengan iman di dalam dada.

Oleh hadirnya sabar dan syukur itulah, Nabi nyatakan betapa menakjubkan hidup dan ihwal orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan.

Sebab atas musibah dia bersabar, dan sabar itu membuatnya meraih pahala tanpa hingga, dicintaiNya, dan dibersamai Allah Subhanahu Wata’ala di segala rasa.

Sebab dalam karunia dia bersyukur; maka syukur itu membuat sang nikmat melekat, kian berganda berlipat, menenggelamkannya dalam rahmat.

Tapi hakikat sabar dan syukur sebenarnya satu saja; keduanya ungkapan iman tuk menyambut penuh ridha segala kurniaNya, apapun jua bentuknya.

Maka sabar adalah juga sebentuk syukur;  dalam menyambut kurnia nikmatNya yang berbentuk lara, duka, nestapa, dan musibah yang niscaya.

Maka syukur  adalah sebentuk sabar dalam menyambut kurnia musibahNya yang berupa kesenangan, kelapangan, kelimpahan, sesuka nan melena.

Lihatlah Nabi Ayyub bersyukur atas segala sakit dan nestapa; sebab Allah Subhanahu Wata’ala mengugurkan dosa dan masih memberi hati serta lisan tuk mendzikirNya.

Pun Nabi Sulaiman bersabar atas kemaharajaan jin, hewan, dan manusia. Sabar dengan merunduk syukur agar tak jumawa-durjana seperti Fir’aun.

Sabar ada di 4 hal; mentaati Allah, menjauhi maksiat, menerima musibah, membersamai orang benar. Semua jua adalah rasa sykur padaNya.

Sabar dalam taat, sebab ia kadang terasa berat, ibadah terasa beban, keshalihan terasa menyesakkan. Tapi syukur-lah, Allah itu dekat.

Sabar dalam menjauhi maksiat, sebab ia kadang terlihat asyik, kedurhakaanpun tampak cantik. Tapi sykur-lah, iman itu rasa malu padaNya.

Sabar dalam menghadapi musibah, sebab ia niscaya bagi iman di dada. Sykur-lah dosa gugur; dan beserta kesulitan selalu ada kemudahan.

Sabar dalam membersamai orang benar; sebab kawan lurus dan tulus kadang lebih menjengkelkan dari musuh nan menyamar. Dan salam syukur  ada ukhuwah.

Sebab pahalanya disempurnakan tak terhingga. 

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [QS; Az Zumar : 10]

Maka sabar pun sebenarnya tiada batasnya. Hanyasanya bentuknya dapat kita pilih.

Saat melamar lalu diminta menunggu dua tahun; menjaga diri semasa itu adalah sabar. Bahkan mencari calon lain untuk bersegera,  itupun juga sabar.

Maka iman menuntun taqwa; ialah cerdik dan peka hati dalam memilih bentuk sabar sekaligus  syukur atas segala wujud ujian cinta dariNya.

Taqwa itulah yang membawa sabar kita mendapat kejutan nan mengundang syukur; jalan keluar dari masalah dan rizqi tak terduga.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“…barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [QS: Ath Thalaq: 2-3]

Tiap nikmat yang disyukuri juga berpeluang mengundang musibah yang harus disabari;  seperti tampannya Nabi Yusuf dan cinta Nabi Ya’qub padanya.

Maka tak ada kata henti untuk bersabar dan bersyukur; sebab ia 2 tali yang hubungkan kita denganNya; hingga hidup terasa surga sebelum surga.

“Jika sabar dan syukur itu 2 kendaraan,” ujar Umar, “Aku tak peduli naik yang mana.” Keduanya berlintasan ridhaNya; berjurusan surga.

Segala puji bagi Allah; kita milikNya; kembali padaNya.*

Naskah diambil dari kulwit ‏@salimafillah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kendaraan surgasabarsykur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag yakin FPI tidak Akan Mengganti Dasar Negara
Tulisan selanjutnya Masa Depan Mesir: Sosialisme vs Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Salam dari Salim

Ayah dan Ibu Kekasihku

5 Agustus 2016 08:20
Salam dari Salim

Menari di Atas Batas

3 Juli 2016 11:11
Salam dari Salim

Pelik Ceri dan KEBUN yang Serba Mengerti

26 Mei 2016 08:20
Salam dari Salim

Kemana Ilmu Membawa Kita?

19 Mei 2016 08:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?