Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyaknya Pelajar Studi ke Iran Harus Jadi Perhatian Bersama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2012 14:41
Bagikan
Profesor Kamal ajak organisasi massa dan perguruan tinggi Islam memperkuat studi keislaman
Bagikan

Hidayatullah.com—Banyaknya pelajar Indonesia dan Malaysia yang belajar ke Iran menjadi perhatian Prof. Dr. Mohd Kamal Hassan, mantan rektor UIAM (Univeritas Antar Bangsa Malaysia/IIUM).

Menurutnya, banyaknya para pelajar melanjutkan studi di Iran, yang nota bene dikenal sebagai Negara Syiah terbesar di dunia, menjadi perhatian mendapat pemerintah Malaysia, juga Indonesia.

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah Malaysia. Setahu saya juga pemerintah Indonesia, “ ujar profesor, kuliyyah usuluddin dan perbandingan agama di IIUM ini, saat menerima rombongan anggota Dewan Syuro Hidayatullah yang berkunjung ke tempatnya di Kuala Lumpur untuk bersilaturrahmi belum lama ini.

Bagaimanapun, menurut prosor Kalam,  masalah ini tidak bisa dicegah, karena semua orang punya hak untuk pergi dan kuliah di mana saja.

Hanya saja, gejala ini akan menjadi masalah serius di masa depan, karena dikhawatirkan akan melahirkan potensi konflik di tengah kaum Muslim Asia di masa depan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Menjadi potensi konflik, karena salah satu ajaran Syiah adalah menghina dan menistakan sebagian sahabat yang dimuliakan kaum Sunni,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya fenomena Syiah di dunia Arab tidak lepas dari politik luar negeri Iran. Di mana Syiah menjadi kekuatan baru untuk mengimbangi dominasi Sunni di Timur Tengah.

Karena itu, profesor Kamal mengajak berbagai organisasi massa dan perguruan tinggi Islam memperkuat studi-studi pemikiran keislaman di tiap Negara.

“Kita harus memperkuatnya, agar tidak banyak generasi muda terpengaruh.”

Dalam acara silaturahmi ini, Hidayatullah meminta agak ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization) yang kini berada di bawah International Islamic University Malaysia (IIUM/UIAM) terus melakukan kajian, khususnya kajian simpang jalan antara Sunni dan Syiah yang telah melahirkan konflik-konflik berdarah di berbagai belahan dunia.

Menurut Hidayatullah, kajian perbedaan Sunni dan Syiah sudah banyak, tetapi sejarah ‘simpang jalan’  antara Syiah dan Sunni belum lengkap.

“Kajian ini diperlukan agar bisa memberi sumbangan besar pada peradaban
 besar Islam di masa depan, “ ujar Hamim Tohari, yang ikut dalam rombongan tersebut.

Usai berdiskusi, profesor Kamal mengajak rombongan Hidayatullah berkeliling kampus ISTAC di Sungai Gombak, termasuk melihat-lihat manuskrip yang tersimpat di perpustakaan kampus yang pernah ikut didirikan oleh Prof Dr Syed Naquib al-Attas ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Para Musisi International Memboikot Israel
Tulisan selanjutnya Semangat KTT Asia-Afrika untuk Bebaskan al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Berita
24 Oktober 2026 13:42
Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional

Terbaru

  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?