Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Larang Cadar, Dekan Tunisia Teriak Jadi Korban Agresi

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juli 2012 08:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang dekan di sebuah universitas di Tunisia yang dituntut karena telah menampar seorang mahasiswi bercadar akan mulai disidang hari Kamis ini (5/7/2012), lapor AFP.

Berbicara kepada AFP pada malam sebelum sidang, Habib Kazdaghli dekan fakultas seni, sastra dan humaniora di Universitas Manouba, mengatakan bahwa kasusnya merupakan konfrontasi terbaru antara fakultasnya dengan kelompok Salafi.

Kazdaghli menyebut kasusnya yang dibawa ke meja hijau “mengherankan” dan merupakan serangan terhadap kebebasan.

“Saya muncul di semacam pengadilan di Manouba karena seorang mahasiswa mengadu, menuduh saya menamparnya,” kata Kazdghli.

“Sungguh mengherankan karena saya harus disidang,” katanya, seraya menegaskan bahwa ia adalah korban dalam kasus itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya yang melapor setelah dua mahasiswa (bercadar) merusak kantor saya pada bulan Maret,” kata Kazdaghli.

“Salah satu mahasiswa ini, Imen Berrouha, mengadukan saya, pada saat yang sama ketika saya berada si Garda Nasionl untuk memasukkan laporan tentang kerusakan di kantor saya,” katanya.

Universitas Manouba yang memiliki sekitar 13.000 mahasiswa merupakan benteng pertahanan kelompok sayap kiri di Tunisia. Universitas itu terletak di luar ibukota Tunis.

Universitas Manouba pernah diprotes selama beberapa pekan, setelah melarang seorang mahasiswi mengenakan cadar.

Awal tahun ini, enam orang mahasiswi mendapatkan hukuman disiplin karena mengenakan cadar.

Meskipun jelas-jelas Kazdaghli menghalangi kebebasan mahasiswi Muslim untuk mengenakan pakaian sesuai ajaran agamanya, ia justru dianggap dan mengklaim diri sebagai korban.

“Pengadilan ini bukan hanya menyangkut saya, ini ditujukan kepada semua orang yang membela kebebasan akademik dan menghormati peraturan pendidikan,” kata Kazdaghli membela diri.

Sebuah komite yang membela nilai-nilai universitas dan mengusung kebebasan akademik mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa Kazdaghli “tidak bersalah, dan ia adalah korban dari agresi.”

Serikat pekerja Tunisia Union Generale Tunisienne du Travail dan cabang lokal Tunisian League of Human Rights mengirimkan pengacara untuk Kazdaghli, yang jika terbukti bersalah dapat dibui 15 hari.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cadarliberalold migratetunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Minta Dukungan Yahudi, Capres AS, Romney akan Kunjungi Israel
Tulisan selanjutnya Peran Muslimah Optimal Berkarya Tak Butuh RUU KKG

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?