Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Berjanji akan Batasi Waralaba Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2013 14:02 2:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Agustus 2013 14:02
Bagikan
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan Indonesia akan berusaha meningkat kualitas produksi untuk menghadapi gejolak pasar bebas. Menurut lelaki lulusan Harvard University Amerika Serikat ini saat ini terjadi dilema serius dalam mekanisme sistem produksi di Indonesia.

Gita mengambil contoh mengapa Indonesia masih menggantungkan produksi bawang putih dari kekuatan impor. Hal ini karena kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai 400 ribu ton per tahun. Sementara kekuatan produksi petani lokal hanya mampu memproduksi tidak lebih dari 200 ribu ton per tahun.

“Untuk bawang putih saja kita masih butuh impor 300 ribu ton bawang putih per tahun,” jelas Gita dalam kegiatan penandatanganan Kerjasama Peningkatan Edukasi di Bidang Perlindungan Konsumen dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (29/08/2013) kemarin.

Gita juga memaparkan kondisi dilematis lainnya seperti produksi kedelai. Kebutuhan kedelai di Indonesia menurutnya mencapai 2,5 juta ton per tahun. Sementara produksi nasional hanya mampu mencukupi 700 ton per tahun saja. Untuk menjaga stabilitas harga negara perlu mengimpor 1,8 juta ton per tahun untuk menghindari inflasi di dalam negeri.

“Hal ini juga dampak dari krisis kepercayaan petani terkait kesejahteraan mereka,” jelas Gita menggambarkan betapa rendahnya harga jual kedelai dari petani lokal ke pihak produsen.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hadapi Ancaman Inflasi

Untuk mengantisipasi hal tersebu Gita melihat ada dua hal yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan.

Pertama melakukan revitalisasi pasar tradisional. Dengan strategi revitalisasi ini, dia mengharapkan bisa memberikan peningkatan kualitas terhadap pasar tradisional.

“Sudah ada 500 revitalisasi pasar tradisional oleh pemerintah dengan dampak peningkatan omset mencapai 400 hingga 500 persen dari setiap unit usaha,” jelasnya lagi.

“Di Indonesia sendiri masih ada 55 juta wira usaha yang harus dibantu,” jelasnya.

Selain revitalisasi, Gita juga berjanji akan mengkontrol keberadaan perusahaan-perusahaan luar negeri di Indonesia. Pembatasan rumah makan luar negeri seperti Mc Donald, Kentucky Fried Chicken dan sebagainya akan dibatasi untuk berkembang di Indonesia.

“Selebihnya mereka harus mau bekerja sama dengan pengusaha lokal,” tambahnya lagi.

Kebijakan kedua Kementerian Perdagangan adalah melakukan perlindungan konsumen. Gita juga berjanji akan melakukan pembersihan terhadap usaha penipuan dan pemanfaatan pasar yang tidak sehat terhadap konsumen di Indonesia.

Hal ini dikarenakan ditemukannya begitu banyak kasus formalin dan pestisida terhadap penjualan buah-buahan dan sayur-mayur.

“Bayangkan ketika itu semua dikonsumsi oleh keluarga dan anak-anak kita,” tegasnya.

Sejarah terbuka Gita mengakui Kementerian Perdagangan mendapat jatah anggaran APBN sebesar 1,2 Trilyun untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Dr Din Syamsudin menilai terpuruknya pengaruh pengusaha lokal terhadap kekuatan ekonomi nasional tidak terlepas dari kebijakan pemerintah saat ini.

Din menilai kebijakan ekonomi pemerintah terlalu memberikan ruang terbuka kepada pengusaha asing.

Karena itu, Din berharap pada pemerintah jangan lagi  membiarkan kapitalisme merajalela di Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kapitalismekonglomerasiMenteri Perdagangan Gita Wirjawanwaralaba asing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DKI Jakarta juara umum STQ Nasional XXII
Tulisan selanjutnya Politisi PPP Menilai, Kontes Miss World Perparah Pelecehan Seks

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?