Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Menggapai Tujuan Hidup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2013 15:32 3:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2013 15:32
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEBUAH study terhadap alumni Harvard University[1] – salah satu perguruan tinggi terbaik dunia – menemukan fakta bahwa sangat sedikit lulusan mereka yang membiasakan diri menulis tujuan hidupnya, hanya sekitar 3 %. Dan ternyata yang sangat sedikit inilah yang sukses dalam perjalanan hidupnya menurut standar mereka. Semua belajar hal yang sama, tetapi sedikit sekali yang sukses – apa yang membedakannya?

Nampaknya sederhana, hanya menuliskan apa tujuan hidup mereka – tetapi ini ternyata berkorelasi langsung dengan tingkat pencapaian tujuan itu. Mengapa demikian?

Orang-orang yang sampai menuliskan tujuan hidupnya – dia setidaknya tahu apa tujuan hidupnya. Setelah tahu dan kemudian meyakininya, dia akan memiliki passion dalam mengejar tujuan itu. Passion inilah yang kemudian menjadi motor penggerak yang mengantarkannya ke pencapaian tujuan yang dimaksud.

Sebaliknya orang-orang yang tidak pernah menuliskan tujuan hidupnya, bisa jadi dia memang tidak tahu atau setidaknya tidak yakin tentang tujuan hidupnya. Bila dia tidak tahu atau tidak yakin, ke arah mana dia akan memfokuskan passion-nya ? Kemungkinan besar dia akan bekerja mengikuti passion orang-orang lain atau lingkungannya. Seperti kayu yang mengalir terbawa arus, dia tidak tahu akan berlabuh di mana.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Tujuan hidup merupakan sesuatu yang sangat besar dan merupakan komitmen seumur hidup kita. Tetapi tujuan hidup ini bisa di-setting atau dirumuskan (Goal Setting) pencapiannya sedikit demi sedikit.

Seperti dalam pertanyaan joke, “Bagaimana Anda bisa memakan gajah guling seorang diri sampai habis?’ Jawabannya juga joke,  “Ambil pisau dan garpu sebagaimana Anda biasa makan, kemudian dengan pisau tersebut potong kecil-kecil daging gajah seperti Anda makan steak, kemudian dengan garpu di tangan kanan Anda, makanlah daging tersebut sepotong-demi sepotong!’. Tidak masuk akal? Bisa jadi, tetapi itulah step by step-nya bila ingin makan gajah guling sendirian sampai habis.

Maknanya adalah tidak peduli seberapa besar atau seberapa jauh tujuan hidup Anda, tetap harus di-set untuk bisa dijalankan tahap demi tahapnya. Disinilah pentingnya menulis tujuan hidup itu, setidaknya untuk mengingatkan kita apa tujuan besar kita dalam hidup ini, dan sampai mana perjalanannya sekarang.

Dengan mengetahui posisi kita sekarang, relatif terhadap tujuan besar kita – maka kita bisa melakukan langkah-langkah koreksi, upaya percepatannya dlsb. Yang tidak menuliskannya, selain kemungkinan tidak tahu tujuannya – juga bisa jadi dia tahu tujuannya tetapi tidak tahu sampai dimana posisinya saat ini.

Karena tidak tahu posisi relatif saat ini terhadap tujuan, bagaimana dia bisa melakukan koreksi bila ternyata tersesat? Atau melakukan percepatan bilamana ternyata tertinggal?

Maka perumusan tujuan (Goal Setting) dan pencapaiannya (Goal Achievement) itu seperti ilustrasi berikut :

“Seekor Ayam berjalan bareng seekor kambing di pasar. Ketika melihat harga telur 1 keranjang sama dengan 1 kg daging kambing – si ayam tertawa bahagia, telur itulah hasil karya rutinnya. Tetapi si kambing malah mengigil panas dingin karena melihat daging kambing itulah ujung dari komitmen seumur hidupnya.”

Intinya adalah goal setting merupakan pekerjaan sehari-hari yang kita harus senang melakukannya, sedangkan goal achievement adalah puncak pencapaian seumur hidup – jangan sampai kita menyesal di akhirnya. Dengan menulisnya secara rutin, kita seperti sedang membuat road map untuk perjalanan hidup kita – kadang bisa salah, kadang tersesat di belantara – tetapi dengan itu kita bisa melakukan koreksinya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:passiontujuan hidupway life
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh
Tulisan selanjutnya Seorang Komandan Lokal Al-Qaidah Yaman Terbunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?