Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Kesyukuran dalam Kisah Ramadhan di Kanada

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 7 Agustus 2012 14:35
Bagikan
Berpuasa mengajarkan kita ikut merasakan laparnya para Dhuafa
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam di Kanada terus mengalami peningkatan. Jumlah mereka saat ini adalah 1.9 persen dari total 32.8 juta masyarakat Kanada. Saat ini Islam menjadi agama terbanyak nomor dua setelah Nasrani. Namun, suka-duka Ramadhan di Kanada tetap memiliki kisah inspiratifnya sendiri.

Umat Islam memiliki tantangan sendiri dalam beramadhan di musim panas Kanada. Banyak orang berpikir bahwa tidur adalah jalan terbaik untuk melupakan rasa haus dan lapar. Namun, Muslimin kanada justru berbeda.

Mereka justru mencari kesibukan dengan pekerjaan mereka. Metode tersebut adalah strategi adaptasi yang ternyata sangat ampuh.

“Sebagai seorang mekanik, awalnya sulit bagi saya bekerja sambil berpuasa. Ketika ada mobil untuk diservice cuaca panas akan menguras keringat Anda. Kenyataannya kesibukan tersebut justru membuat saya enjoy. Kesibukan membuat saya lupa saya sedang puasa,” jelas Fraz Ahmaed, seorang teknisi otomotif di sebuah bengkel seperti yang dikutip OnIslam.net.

Muslim di Kanada juga merasakan tantangan lain selain menahan lapar dan haus.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Suasana Ramadhan mereka tidak bisa dipisahkan dengan heterogenitas masyarakat yang non muslim. Berpuasa diantara orang-orang yang makan dan minum karena berbeda kenyakinan adalah hal lumrah. Mereka harus terbiasa untuk tidak tergoda berpuasa diantara masyarakat seperti itu.

“Ini adalah bagian dari pengorbanan Ramadhan. Berpuasa di antara mereka yang tidak berpuasa adalah tantangan (keimanan) yang baik,” jelas Rafi Rafael, seorang koki Muslim yang tinggal di Toronto Kanada.

Bagi Rafael, kesabaran dalam kondisi seperti itu justru menumbuhkan kekuatan imannya. Ia jadi belajar merasakan penderitaan orang-orang yang kesulitan mendapatkan makanan.

Dari situ juga ia jadi bisa belajar lebih banyak bersyukur kepada Allah Subhana Wa ta’alah.

“Bisa jadi banyak orang yang sulit makan bahkan hinga dua atau tiga hari mereka menahan lapar. Dari hal seperti ini saya seperti bisa merasakan perasaan dan penderitaan mereka,” kata Rafael lagi.

Suhair Abu Khaled, seorang petani di Organic Farm Suhair dari Richmond Hill, Ontario juga tidak mau kalah berbagi inspirasi Ramadhannya.

Suhair mengajarkan kita untuk mengingat bagaimana saudara-saudara Muslim kita di Afrika Selatan, Somalia dan belahan bumi lainnya. Petani ini juga menjelaskan bahwa kita tak perlu merasa susah dengan puasa Ramadhan. Ramadhan hanyalah kewajiban puasa selama satu bulan, sementara di bumi yang lain ada saudara Muslim kita yang berpuasa selama bertahun-tahun karena krisis pangan.

“Tidak usah merasa sulit untuk berpuasa Ramadahan, seandainya kita mau merasakan penderitaan di Somalia. Banyak orang berpuasa (baca: tidak bisa makan) sepanjang tahun di sana, bukan hanya berpuasa dibulan Ramadhan,” jelas Suhari.

Dari sinilah nasehat tentang kesabaran, pengendalian diri, mentalitas keimanan dan spiritualis menjadi pesan utama bagi Muslim Kanada.

Pengorbanan Ramadhan mengajarkan Muslim Kanada untuk lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Kebanyakan muslim Kanada juga akhirnya semakin mendekatkan diri pada Allah. Rasa haus dan lapar ditengah terik Kanada telah merubah keluhan menjadi Rasa syukur. Semua proses tarbiyah Ramadhan itu menjadi sempurna dengan dituntaskannya zakat oleh mereka di Kanada. Bahkan diseluruh dunia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Bagikan 283 Ribu Qur`an Selama Bulan Sya’ban
Tulisan selanjutnya Tolak Pemberian Penguasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?