Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Warga Rohingya Nilai Jusuf Kalla Dibohongi Pemerintahan Myanmar

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2012 05:53
Bagikan
Hasyim : "Kami hanya ingin hak hidup kami dikembalikan di Myanmar"
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasca kedatangan mantan Wakil Presiden Mohammad Jusuf Kalla ke Myanmar, kondisi Muslim Rohingya belum juga membaik. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Hasyim, seorang warga Rohingya yang telah mendapat suaka menetap di Medan, Indonesia.

Menurut Hasyim banyak kedustaan yang disampaikan pemerintah Myanmar pada Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Mohammad Jusuf Kalla. Salah satu kebohongan itu adalah pengungkapan fakta jumlah Rohingya yang terbunuh.

“Pemerintah Myanmar bilang hanya 80, padahal di pedalaman Myanmar ada puluhan Ribu Rohingya dibantai etnis Burma. Di kampung saya sendiri yang dibunuh sampai 272 orang,” jelasnya kepada hidayatullah.com usai kegiatan  “Simpati untuk Muslim Rohingya, mencari solusi hukum bagi Kaum Muslimin Rohingya” di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sabtu (15/09/2012) kemarin.

Bahkan setelah Jusuf Kalla kembali ke Indonesia, pembunuhan terhadap Muslim Rohingya tetap dilakukan. Hal ini banyak tidak diketahui oleh orang luar karena pembantaian tersebut terjadi daerah pedalaman.

Sementara Jusuf Kalla dan Istri Perdana Menteri Turki hanya berkunjung ke tempat pengungsi dikota.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Seandainya mereka bisa masuk ke pedalaman, mereka akan lihat bagaimana desa-desa kami yang habis dibakar,” jelasnya lagi.

Hasyim juga menjelaskan Muslim Rohingya adalah mayoritas di daerah Mondo, Arkan, Busdong hingga beberapa kota lainnya.

Jumlah Muslim Rohingya bahkan 100% di kota-kota tersebut. Ketakutan etnis Burma Budha menuduh tanpa alasan pertumbuhan itu sebagai pertumbuhan terorisme. Dari situ lahir provokasi anti rohingya. Itulah dasar kenapa pengusiran Muslim Rohingya itu gencar dilakukan hingga hari ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Isu Terorisme Dinilai Jadi Kendaraan Pembunuhan Gerakan Islam
Tulisan selanjutnya Korban Densus 88 akan Melapor ke Komnas HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mahfud MD: Aturan Pidana Terkait LGBT Bisa Diterapkan Jika Ada Kesepakatan Nasional

Berita
27 Juli 2026 10:48
Ketua Umum MUI Dorong KUII VIII Hasilkan Rekomendasi Tegas Terkait LGBT
Mahfud MD Dukung Rekomendasi MUI, Sebut Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU
KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Terbaru

  • MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?