Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Amerika Sebarkan Virus-Virus Komputer di Timur Tengah

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2012 22:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para peneliti telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan telah mengembangkan tiga virus komputer yang sebelumnya tidak diketahui, untuk digunakan dalam operasi mata-mata pada perang siber.

Belum lama ini Amerika Serikat dihubung-hubungkan dengan dua virus komputer yang beredar di Timur Tengah, yaitu Stuxnet Trojan yang menyerang jaringan komputer instalasi nuklir Iran pada tahun 2010, serta virus mata-mata canggih bernama Flame yang ditemukan pada bulan Mei lalu.

Perusahaan pembuat perangkat lunak anti virus Symantec Corp asal Amerika Serikat dan Kaspersky Lab asal Rusia, hari Senin (17/9/2012), mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan bukti yang menunjukkan operator Flame kemungkinan kuat juga mengarap tiga virus komputer lain yang belum ditemukan.

Kedua perusahaan itu, yang melakukan penelitian terpisah, menolak mengungkapkan siapa yang berada di belakang Flame.

Namun, para pejabat dan mantan pejabat keamanan nasional Barat pernah mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat memainkan peran dalam pembuatan Flame. Washington Post melaporkan bahwa Israel juga terlibat di dalamnya, tulis Reuters (18/9/2012).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Sumber-sumber pejabat dan bekas pejabat AS juga mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang berada di belakang Stuxnet.

Kaspersky dan Symantec, yang pada bulan Juni mengatakan bahwa Stuxnet dan Flame berkaitan, mengatakan bahwa bagian program Flame nyaris serupa dengan kode yang ditemukan pada Stuxnet di tahun 2009.

Untuk sekarang ini, kedua perusahaan software itu hanya mengetahui sedikit sekali tentang virus yang baru teridentifikasi, kecuali bahwa salah satu di antara virus itu saat ini sedang ditugaskan di Timur Tengah. Kedua perusahaan itu tidak tahu tugas apa yang diberikan kepada sofware perusak tersebut.

“(Virus) itu bisa melakukan apa saja,” kata Costin Raiu, direktur Tim Riset dan Analisis Global di Kaspersky Lab.

Para peneliti dari kedua perusahaan merilis temuan mereka dalam laporan yang menerangkan analisa dari server “command and control” yang digunakan untuk berkomunikasi dengan dan mengontrol komputer yang terinfeksi Flame.

Para peneliti di kedua perusahaan itu mengatakan, operasi Flame dilakukan dengan menggunakan sebuah perangkat lunak bernama ‘Newsforyou’ yang dibangun oleh sebuah tim terdiri dari empat developer software sejak tahun 2006.

Flame didesain sedemikian rupa agar terlihat seperti program yang umum digunakan untuk mengatur konten website, yang sepertinya dilakukan untuk menyamarkan tujuan aslinya dari para penyedia hosting atau investigator sehingga operasi dapat dijalankan, kata Karpersky dalam laporannya.

Newsforyou menangani empat jenis software berbahaya, yaitu Flame dan program-program berkode SP, SPE dan IP. Demikian dikatakan kedua perusahaan pembuat anti virus itu.

Keduanya tidak ada yang berhasil mendapatkan contoh dari tiga malware lainnya.

Kaspersky Lab mengatakan, mereka yakin SP, SPE dan IP memata-matai atau menyabotase perangkat-perangkat yang terpisah dari Flame. Symantec mengatakan tidak yakin apakah ketiganya hanya merupakan variasi dari Flame atau software yang benar-benar berbeda.

“Yang pasti kami tahu bahwa benda itu ada di luar sana. Kami belum bisa menemukan cara untuk menjangkaunya. Kami sedang berusaha,” kata Vikram Thakur, seorang peneliti dari Symantec.

Menurut Kaspersky Lab, puluhan komputer di Iran dan Libanon yang terinfeksi oleh salah satu malware itu berusaha untuk melakukan komunikasi dengan server command and control.

Peneliti menemukan cache data dalam jumlah besar di salah satu server command and control, tetapi tidak dapat menganalisanya kerena dienkripsi menggunakan kata sandi yang secara virtual tidak mungkin diretas.

Mereka yakin cache itu dienkripsi dengan sangat berat, karena pihak yang mengatur serangan siber tidak ingin para pekerja menggunakan progam Newsforyou untuk membaca informasi rahasia.

“Pendekatan yang digunakan dalam mengunggah dan mengunduh data cocok dengan profil operasi militer dan/atau intelijen,” kata Symantec dalam laporannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaold migratevirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Syiah Dukung Gerakan #IndonesiaDamaiTanpaSyiah
Tulisan selanjutnya Amerika Peringatkan Warganya Tidak ke Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?