Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyak Dikecam, Tapi Rakyat Amerika Dukung Penggunaan Drone

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Oktober 2012 20:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Amerika Serikat mendukung penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh pemerintah mereka dalam serangan yang ditujukan kepada para pemimpin kelompok yang dianggap ekstrimis di Timur Tengah, meskipun serangan itu juga menewaskan 49 warga sipil untuk setiap kali memburu satu target, lansir Russia Today (3/10/2012).

Pew Research mendapati, 17 dari 20 negara yang disurvei, lebih dari separuh menentang penggunaan serangan tersebut, sementara 62 persen warga Amerika mendukung pembunuhan itu.

Di Yunani 90 persen warganya yang disurvei mengecam serangan drone AS, diikuti kemudian oleh Mesir 89 persen.

Serangan mesin perang tak berawak Amerika itu dikecam di Yordania (85 persen), Turki (81 persen), Spanyol(76 persen), Brazil (76 persen), serta Jepang (75 persen).

Gedung Putih berulang kali mengklaim bahwa jumlah korban nyawa sipil yang diakibatkan oleh serangan pesawat-pesawat tanpa awaknya hanya sedikit. Namun, survei terbaru menunjukkan kenyataan yang berbeda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebuah studi yang dirilis pekan lalu oleh para peneliti dari sekolah hukum Universitas New York dan Standford mendapati, dalam setiap serangan drone AS di Pakistan hanya menewaskan 1 teroris sementara warga sipil yang kehilangan nyawa jumlahnya 50 orang.

Penemuan tersebut menegaskan bahwa cara perang menggunakan drone tidak efektif karena justru menelan korban warga sipil lebih banyak.

Studi itu juga merekomendasikan agar pemerintah Amerika Serikat menjajaki ulang perburuan target dengan drone, yang menewaskan 49 orang sipil untuk setiap 1 target.

Selain itu, studi tersebut menemukan bahwa CIA, intelijen AS yang mengendalikan serangan drone, juga melipatgandakan target, di mana selain memburu target utama, mereka juga membunuh orang yang membalas serangan itu.

Biro Jurnalisme Investigatif mendapati, dari bulan Juni 2004 sampai pertengahan september 2012, serangan pesawat tanpa awak AS sudah membunuh 2.562-3.325 orang di Pakistan termasuk anak-anak.

Namun, meskipun terbukti nyata bahwa serangan drone di Pakistan, Yaman dan Somalia banyak memakan nyawa warga sipil, sebagian besar warga Amerika Serikat, termasuk 72 persen pendukung Partai Republik, mendukung serangan pesawat tanpa awak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikadroneold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengajar Al Qur`an di Kedai
Tulisan selanjutnya Husni mubarak akan Diadili Ulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?