Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Krisis Global Berdampak Pergeseran Ekonomi dari Barat ke Timur

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 Oktober 2012 09:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara Eropa yang berdampak dari krisis ekonomi global tidak hanya menyebabkan pertumbuhan ekspor dan impor secara year on year di negara-negara tersebut menurun tapi juga semakin meningkatnya jumlah pengangguran.

“Pada tahun 2012, krisis global terjadi karena adanya ketidakpercayaan pada pembuat kebijakan dalam mengatasi masalah yang muncul untuk kemudian berdampak pada pasar dan institusi keuangan,” papar Senior Vice President Transformation Program Management Office Bank Syariah Mandiri, Putu Rahwidhiyasa kepada peserta Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Balai Sidang Universitas Terbuka, Kamis (04/10/2012).

Meski demikian,  diharapkan ada implikasi positif dari dampak krisis global ini.

“Implikasinya, ada pergeseran ekonomi dari Barat ke Timur ke depannya,”, tuturnya optimis.
Putu merasa, daya dukung ekonomi Indonesia masih sangat solid dibandingkan dengan negara lain dan menurutnya, tidak terlalu berdampak yang serius di sektor impor karena impor Indonesia kebanyakan dari Asia dan Timur Tengah sehingga tidak terlalu bergantung pada Eropa.

Meski demikian, perbankan syariah tetap perlu mewaspadai krisis global ini dengan mengambil langkah cepat meningkatkan kerjasama antar bank syariah.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Economic Bubble

Sementara itu,  Agustianto dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) menerangkan, krisis global terjadi karena 99% dana yang berputar berada pada sektor moneter sedangkan 1%-nya hanya berada pada sektor riil.

“Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penggelembungan ekonomi atau yang disebut dengan economic bubble ,” ungkapnya.

Sektor moneter idealnya menjadi pendukung sektor riil tetapi dalam sistem kapitalis terpisah sama sekali, akibatnya pertumbuhan yang hanya tercipta adalah pertumbuhan yang semu. Penggelembungan ekonomi ini mengakibatkan terjadinya struktur ekonomi yang rapuh.

Agustianto juga mengungkapkan penelitian yang mengejutkan yang didapatnya dari IMF, bahwa sepanjang abad 20 telah terjadi lebih dari 20 krisis di sektor finansial dan rata-rata lima tahun selalu terjadi krisis.

Krisis global, ungkapnya, yang saat ini sedang melanda negara-negara Eropa telah berdampak pada penurunan ekspor.

“Hal ini berdampak salah satunya pada penurunan eskpor, kenaikan volatilitas 1% pada negara berkembang akan mengurangi ekspor ke negara-negara maju sebanyak 2%,” terangnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kereta Khusus Wanita, Sebuah Solusi?
Tulisan selanjutnya Atasi Krisis Ekonomi Global dengan Mencintai Bank Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?