Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Musuh Polisi Bukan Hanya Pelaku Teror

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2013 11:21 11:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2013 11:21
Bagikan
Putra bungsu almarhum Bripka Sukardi atau Aipda Anumerta Sukardi menangis saat upacara pelepasan jenazah ayahandanya di Gedung Sanggita, Asrama Polri, Cipinang,
Bagikan

Hidayatullah.com–Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya, menilai tidak elegan jika telah disimpulkan secara terbuka dan terburu-buru bahwa pelaku penembakan terhadap Bripka Sukardi adalah kelompok teroris, apalagi spesifik ke kelompok Abu Roban.

Hal itu disampaikan Indonesian Crime Analyst Forum terkait penembakan terhadap Bripka Sukardi yang terjadi beberapa waktu lalu tak jauh dari Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

“Bagaimanapun, musuh Polri bukan saja teroris semata. Masih banyak musuh lain misalnya bandar narkoba, juga oknum Korp lain yang sering bergesekan kepentingan dengan Polri, dan juga koruptor kelas kakap,” kata Mustofa kepada hidayatullah.com, Kamis (12/09/2013).

Kata Mustofa, banyaknya koruptor yang sekarang mulai menyentuh level Jenderal Polisi, jangan anggap sepele. Dia menduga keras efek vonis Cebongan, bisa jadi terkait dengan penembakan ini.

“Juga, sudah diringkusnya pentolan-pentolan preman Indonesia oleh polisi. Kenapa hanya teroris yang jadi kambing hitam,” tukasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Modus operandi, cara eksekusi, atau jenis kendaraan pelaku, serta kaliber peluru yang sama dengan kaliber penembakan-penembakan sebelumnya, jelas dia, belumlah bisa menjadi alasan pembenar tentang keterkaitan diantara mereka sebagai kerja kelompok yang sama. Sebab sistem kerja tersebut bisa saja ditiru oleh siapapun yang memiliki akses senjata dan akses intelijen serta pengetahuan militer.

Ia mengingatkan bahwa, menyebut teroris sebagai pelaku pada setiap kejadian penembakan polisi, memang sekilas melegakan masyarakat. Efek penyematan itu, masyarakat sementara bisa lega karena merasa aman dan mengira polisi sudah mendapatkan titik terang siapa pelakunya.

“Tapi, jika stampel ini salah, meski melegakan masyarakat, tidaklah menyelesaikan masalah. Di satu sisi masyarakat merasa tenang, namun penembakan demi penembakan akan terus terjadi. Korban akan terus berjatuhan,” imbuh dia.

Untuk itu, pihaknya menawarkan solusinya, yakni mendorong agar polisi harus profesional, dan menanggalkan mindset “teroris pelakunya” terlebih dahulu agar bisa bekerja secara jernih dan rapi.

“Polisi tidak boleh menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi,” bilangnya memungkasi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mustofa B. Nahrawardayapolisiteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kronologi Kejadian Bentrok versi MUI dan NU Jember
Tulisan selanjutnya Mahasiswa yang Menolak Pendirian RS Siloam Meluas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?