Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Sayangi Hidupmu, Jangan Mau Jadi Korban Patah Hati

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Maret 2015 10:19 10:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Maret 2015 10:19
Bagikan
Jangan jadi korban patah hati, apalagi sampai berkali-kali (ilustrasi)
Bagikan

PACARAN, ya kata ini paling populer di kalangan remaja dan mahasiswa. Gak punya pacar rasanya seperti hidup di dunia lain. Bahkan karena dianggap tak punya pacar, stigma jomblo dirasakan aib dan ‘teror’ kalangan remaja.

Saking pentingnya pacar bagi rata-rata kawula muda, sekarang sudah booming istilah Long Distance Relationship alias LDR. Yakni pacaran jarak jauh.

LDR ini cukup jadi favorit, utamanya bagi mereka yang hariannya stalking media sosial. Tau kan, sekarang banyak orang senyam-senyum lihat layar smartphonenya? Meski tidak semua karena sedang LDR-an, tapi kalau remaja masak iya dia sedang chatting sama guru matematikanya hehe.

Sebagian kawula muda memandang LDR jauh lebih aman ketimbang pacaran jarak dekat. Karena jarang pegang-pegangan, gak jalan bareng, alias cukup buka smartphone, terus chatting, sudah. Gak perlu modal buat jalan-jalan, makan bareng, hunting pernak-pernik, dan sebagainya. Very simple pokoknya.

Tetapi, yang namanya pacaran tetap saja tidak membawa keuntungan yang benar-benar fitrah manusia butuhkan. Misalnya, belum ada tuh cerita kawula muda berprestasi, kreatif dan sukses jadi entrepreneur yang hari-harinya cuma pacaran.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Pacaran mungkin menjanjikan keindahan. Tetapi dalam kenyataan, semua hanya sebatas impian. Makanya sekarang banyak sekali netizen remaja yang statusnya galau bin kacau. Tidak jarang kata yang memiliki arti dalam pun jadi salah tempat.

Ada netizen remaja yang menulis status twitternya seperti ini, “Sudah sabar aja. Aku mah sering banget di PHP-in ma doi. Tapi mau apalagi, inilah hidup. Sabar aja lagi.”

Padahal, sabar kan tempatnya dalam ketaatan dan kesungguhan menjauhi larangan. Ini malah dipake dalam pacaran. Di sini kita merasa sedih.

Kemudian ada yang gradasinya lebih serius hehe. “Huh dasar cowok. Kalau sudah dikasih apa maunya, main pergi aja. Nyesel gue, tau gitu gak sudi gue pacaran ma looo.”

Kalau itu dilakukan kawula muda sejak SMP, lanjut SMA dan kuliah. Bayangkan berapa kali hidup harus bertemu dengan yang namanya patah hati. Padahal, hidup ini kan bukan untuk patah hati. Dan, sangat sedikit yang menikah dan langgeng kakek-nenek berawal dari pacaran. Kalau yang bermasalah buanyak sekali.

Nikah Yes, Pacaran No

Mengapa pacaran sering bikin patah hati? Jawabannya sederhana, karena tidak ada ikatan sakral. Islam mengatur hubungan lelaki dan wanita sedemikian rupa. Kalau memang sudah siap, segeralah menikah. Pacaran, sama sekali tidak dikenal dalam ajaran mulia ini (Islam).

Tapi kalau nikah kan masih lama? Ya, kalau Anda masih SMP terus mau nikah kan belum waktunya. Lantas kalau belum waktunya jadi boleh pacaran gitu!

Tetep nggak dong. Coba deh berpikir dulu. Ke sekolah orang tua maunya kepada kita apa. Belajar kan? Ya udah, serius saja belajar. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk menempa diri sebaik mungkin. Soal teman-teman pacaran, itu pilihan mereka. Bukankah masa depan kita ditentukan oleh kita sendiri!

Di sinilah pentingnya kawula muda mengerti bahwa cinta hanya boleh dibahas saat pernikahan. Selama sekolah, maka tidak ada bahasan apalagi praktik cinta terhadap lawan jenis. Simple bukan.

Kalau pemahaman kawula muda sudah seperti itu, yakin deh yang namanya cowok-cowok mental pecundang itu gak akan pernah berani deket. Karena mereka juga ngukur diri, mereka belum mampu bertanggung jawab.

Hal yang sama juga berlaku sama remaja Muslim lelaki. Kalau mindsetnya sudah Nikah Yes Pacaran No. Kamu tidak akan pernah terpikir untuk bagaimana mendekati si A si B dan sebagainya hanya untuk dijadikan pacar. Tetapi, kamu akan sibuk mengisi waktu untuk fokus belajar dan menempa diri.

Indahnya Pacaran Setelah Nikah

Boleh percaya, boleh tidak. Tetapi ini fakta. Sewaktu ada seorang mahasiswa Hidayatullah Depok, ada seorang mahasiswa yang ketika lulus memantabkan diri ikut progam ‘Nikah Mubarokah’ di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan Kalimantan Timur.

Sebut saja namanya Rama. Selama kuliah Rama memang tidak terlihat kecuali di tiga tempat. Masjid, kelas dan perpustakaan. Sesekali keluar kampus mengikuti seminar di luar. Setelah lulus dan menikah, kehidupannya pun makin tidak jauh dengan yang namanya buku.

Ketika menikah, Rama mendapatkan pasangan asal Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Usai nikah, Rama kembali menjalani aktivitas dakwahnya di sebuah desa tertinggal di kawasan Banten. Dan, setelah tiga tahun pernikahannya berjalan saya bertemu Rama.

Saya bertanya, “Rama bagaimana rasanya ikut nikah mubarokah?” Alhamdulillah bang, saya luar biasa terkejut. Indahnya bukan main,” katanya disertai senyum lebar.

“Padahal saya tidak pernah kenal istri saya sebelumnya. Saya bismillah saja, nikah dengan niat ibadah dan dakwah. Itu saja modal saya,” imbuhnya mengisahkan. Kini Rama sedang menanti detik-detik kelahiran anak keduanya.

So, teruntuk kawula muda Muslim di negeri ini, sayangilah hatimu agar jangan lagi jadi korban patah hati, apalagi sampai berkali-kali hanya karena atas nama cinta, yang sebenarnya nuranimu sudah meyakini itu tidak diridhoi Ilahi. Untuk itu, jauhilah pacaran, karena keindahan cinta itu hanya ada dalam pernikahan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:nikah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KAMMI Akan Terus Aksi ‘Ultimatum Jokowi’
Tulisan selanjutnya Selain Musabaqah, Saudi Akan Jalin Kerjasama Kegiatan Keagamaan Lain dengan Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?