Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Wajah Cantik dan Rupawan Tak Selalu Menguntungkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2015 18:11 6:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2015 18:11
Bagikan
Mereka yang berwajah rupawan rupanya tak selalu hidup lebih mudah
Bagikan

Hidayatullah.com—Pendapat umum mengatakan, punya wajah cantik atau tampan memang bisa mendatangkan keuntungan dalam hidup dan selalu hidup lebih mudah. Benarkah?

Para psikolog mengatakan ada lubang perangkap yang tidak banyak diketahui orang untuk mereka yang berwajah sangat indah.

Psikolog sosial Lisa Slattery Walker dan Tonya Frevert dari Universitas North Carolina di Charlotte menemukan bukti-bukti tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya.

Di tingkat paling dangkal, kecantikan mungkin dianggap membawa banyak keuntungan, satu sisi sebagian benar.

Dalam dunia pendidikan misalnya, Walker dan Frevert menemukan pelajar yang berwajah lebih cantik atau tampan -baik di sekolah maupun universitas- cenderung dinilai oleh para guru sebagai orang yang lebih kompeten dan pandai –dan hal tersebut tercermin dalam nilai yang diberikan kepada mereka.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Selain itu, pengaruh ‘gelembung busa’ juga mengembang setelah bertahun-tahun. “Ada efek kumulatifnya,” kata Frevert. “Orang itu menjadi lebih percaya diri dan memiliki keyakinan yang lebih positif serta peluang yang lebih banyak untuk menunjukkan kemampuannya.”

Di tempat kerja, wajah yang indah memang dapat menjadi pembawa rezeki. Ketika semua hal dipertimbangkan, orang yang berwajah lebih menarik cenderung mendapatkan lebih banyak uang dan menaiki tangga karier yang lebih tinggi di perusahaan dibandingkan orang-orang yang dianggap tidak terlalu elok di mata.

Satu penelitian terhadap para lulusan sarjana bisnis MBA menemukan ada perbedaan sekitar 10% sampai 15% pada pendapatan antara orang yang paling menarik dan paling tidak menarik di dalam kelompok –yang jika dijumlahkan bisa mencapai sekitar US$230.000 (Rp2,9 miliar) selama masa hidup.

“Orang-orang itu dianugerahi keuntungan sepanjang hidupnya, mulai dari masa sekolah sampai di tempat kerja,” kata Walker dikutip BBC.

Mereka yang berwajah elok mendapatkan penghasilan yang lebih besar daripada mereka yang kurang menarik.

Pemukul Balik

Walau wajah rupawan menguntungkan di sebagian besar keadaan, ada situasi-siatuasi ketika mana wajah indah justru menjadi pemukul balik.

Dan seperti yang Anda duga, orang-orang yang berwajah elok dari jenis kelamin apapun dapat menjadi sasaran rasa iri. Sebuah penelitian menemukan jika orang yang cantik atau tampan diwawancarai untuk pekerjaan oleh seseorang dari jenis kelamin yang sama, pewawancara akan lebih mungkin tidak menerima orang yang menarik itu jika mereka menilai orang yang diwawancara lebih menarik daripada diri mereka.

Dokter sering menanggapi dengan tidak serius ketika mereka yang berwajah rupawan sakit.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, berwajah mempesona dapat membahayakan perawatan medis yang diterima. Kita cenderung menghubungkan penampilan yang elok dengan kesehatan, artinya penyakit sering kali ditanggapi dengan tidak serius ketika penyakit menyerang mereka yang berwajah rupawan. Ketika mengobati orang yang sakit, dokter cenderung kurang memperhatikan saat memeriksa orang-orang yang menarik.

Dan kecantikan bisa juga berarti kesepian. Seuah penelitian tahun 1975 misalnya, menemukan orang-orang cenderung menjauhi perempuan yang cantik jika berpapasan di jalan sempit –mungkin sebagai tanda penghormatan, tetapi tetap membuat interaksi lebih sulit.

Yang menarik, situs web kencan online OKCupid baru-baru ini melaporkan bahwa orang-orang dengan foto profil yang sempurna dan menawan lebih kecil kemungkinannya mendapatkan teman kencan dibandingkan yang memasang foto wajah yang tidak terlalu sempurna, mungkin karena calon pengencan tidak merasa terlalu terintimidasi.

Kecantikan hanya sebatas kulit, keburukan meresap sampai ke tulang, kata penulis Dorothy Parker.

Jadi, seperti sudah Anda duga, berwajah menawan tidak pasti memberikan kebahagiaan walaupun memang membantu. Frevert dan Walker sangat ingin menekankan seperti halnya konsep kita tentang kecantikan, bahwa pengaruh-pengaruh ini juga bersifat dangkal serta tidak berakar kuat dalam biologi kita, seperti yang disebutkan sejumlah orang.

“Kita memiliki gambaran sosok ideal tentang orang yang cantik atau tampan yang dipengaruhi budaya yang membuat kita mengatakan bahwa seseorang menarik atau tidak, dan gambaran ideal ini juga yang membuat kita mengasosiasikannya dengan kemampuan,” kata Walker.

Dengan kata lain, ini merupakan jalan pintas kognitif untuk menilai secara cepat.

“Dan seperti banyak jalan pintas lain yang kita pakai, jalan pintas ini tidak terlalu bisa diandalkan,” kata Frevert. Untuk mengurangi dampaknya pun cukup mudah –misalnya, bagian sumber daya manusia memberikan informasi lebih banyak tentang prestasi seorang calon sebelum wawancara kerja.

Yang pasti, Frevert menunjukkan bahwa memfokuskan diri telalu banyak pada penampilan dapat berakibat buruk jika kemudian menciptakan stres dan kecemasan, bahkan untuk mereka yang sudah dianugerahi rupa yang elok sekalipun.

“Jika kita terobsesi dengan kecantikan, ini mungkin mengubah pengalaman dan interaksi kita,” katanya.

Mungkin kedengarannya klise, tapi secantik apa pun tidak akan bisa menutupi kepribadian yang buruk.

Seperti dikemukakan penulis Dorothy Parker dengan elegan, “Kecantikan hanya sebatas kulit, tapi keburukan meresap sampai ke tulang,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuliah SPI: Semua Kesesatan Syiah Bersumber dari Doktrin Imamahnya
Tulisan selanjutnya Pengangkatan Anak Perempuan Sultan Hamengkubuwono Sebagai Putra Mahkota Dinilai Dominan Nuansa Politis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?