Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah Pria, Giliran Wanita Mesir Dilarang Pergi ke Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Mei 2015 07:57 7:57 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2015 07:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mesir memberlakukan larangan bepergian ke negara Turki bagi warganegara wanitanya, beberapa bulan setelah Kairo mengeluarkan kebijakan serupa bagi laki-laki guna mencegah mereka dari bergabung dengan kelompok ISIS/ISIL.

Perempuan berusia 18 hingga 40 tahun sekarang harus mendapatkan izin dari pihak keamanan sebelum melakukan perjalanan ke Turki, kata seorang anggota kepolisian senior kepada AFP, tanpa menjelaskan apa alasannya.

“Izin dari pihak keamanan bisa didapat dalam kurun waktu 72 jam, dan sekarang itu menjadi keharusan bagi wanita yang ingin bepergian ke negara ini (Turki),” kata petugas kepolisian itu dikutip AFP Senin (18/5/2015).

Pembatasan itu berlaku mulai 14 Mei 2015, kata seorang petugas bandara di ibukota Kairo.

Pada bulan Maret, Darul Ifta memperingatkan para wanita Mesir untuk tidak menikah dengan anggota-anggota ISIS/ISIL yang dikenalnya lewat internet, yang mengajak mereka untuk pergi ke wilayah yang dikuasai kelompok itu di Iraq dan Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pembatasan bepergian ke Turki untuk laki-laki Mesir sudah diberlakukan sejak Desember tahun lalu. Peraturan serupa berlaku untuk mereka yang ingin pergi ke Libya.

Turki –dan sekarang Libya– sejak berkecamuknya perang saudara di Suriah menjadi pintu masuk bagi warganegara asing yang ingin bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata di sana.

Di dalam negeri, Mesir kerap mengalami serangan bersenjata dan bom sejak dilengserkannya Muhammad Mursy dari kursi kepresidenan. Di antara kelompok yang mengaku sebagai pelaku serangan mengatakan mereka melakukan aksinya sebagai balasan atas dilengserkannya Mursy. Kelompok-kelompok bersenjata di wilayah Sinai juga ada yang menyatakan janji setia kepada ISIS/ISIL dan Negara Islam bentukan kelompok itu.

Mursy pada hari Sabtu (16/5/2015) telah divonis hukuman mati bersama lebih dari 100 orang terdakwa lainnya dalam kasus pembobolan penjara secara massal, saat terjadi demonstrasi rakyat menuntut pengungduran diri Husni Mubarak pada Januari 2011. Mursy adalah salah satu narapidana yang ikut melarikan diri dari penjara.

Hubungan Ankara-Kairo memburuk sejak Mursy dilengserkan dari kursi presiden. Dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kecaman kerasnya atas vonis mati yang diberikan kepada Mursy.

Mesir menuding Ankara sebagai “pendukung terorisme”, sementara Turki menuding Kairo telah melakukan kudeta atas pemerintahan Muhammad Mursy.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituding Jual Produk Palsu, Alibaba Digugat Pemilik Merek Barang Mewah
Tulisan selanjutnya Dilarang TNI, Warga Tetap Galang Dana Pengungsi Rohingya di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?