Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Guru Besar Ilmu Fikih UINSA Sebut Pembacaan Qira’ah Langgam Jawa Tinggalkan Identitas Al-Qur’an

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2015 12:28 12:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2015 13:15
Bagikan
Guru Besar Ilmu Fiqih IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof. Dr Ahmad Zahro
Bagikan

Hidayatullah.com – Polemik pembacaan Al-Qur’an dengan langgam Jawa pada perayaan Isra’ Mi’raj di Istana Negara Jum’at Malam 15 Mei 2015 lalu masih terus menuai kritik di tengah masyarakat.

Guru Besar Ilmu Fiqih UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof. Dr Ahmad Zahro, yang juga seorang hafidz qur’an berpendapat bahwa kejadian itu merupakan bentuk peninggalan identitas al-Qur’an.

“Pembacaan Al-Qur’an pada Isra’ Mi’raj di Istana kemarin mengindikasikan meninggalkan identitas Al-Qur’an. Sebagaimana dikatakan hadits pada akhir zaman akan ada orang-orang yang membaca Al-Qur’an mengikuti  orang yang fasiq,“ ujar Ahmad Zahro saat ditemui di Gedung Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (20/05/2015).

Saat ditanya mengenai alasan yang membuat pembacaan qira’ah menggunakan langgam Jawa menurutnya hal tidak ada kaidahnya dalam tilawah Al-Quran.

“Jelas tidak setuju karena tidak Araby, bahwa membaca Al-Qur’an harus menggunakan nagham (lagu) Arab. Haditsnya pun sudah jelas dan terkenal. Akan tetapi jika mungkin hanya menjadi sebatas sisipan bisa jadi boleh-boleh saja, selama tidak melanggar kaidah. Tapi kalau yang di Istana kemarin jelas ndak bisa, banyak pelanggaran di sana,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pria yang beberapaka kali menjadi hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional maupun MTQ Tingkat Internasional mengingatkan agar membaca Al-Quran sesuai anjuran Nabi saja.

“Bacalah Al-Quran sesuai dengan cara dan suara orang-orang Arab. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan berdosa besar. Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelahku melagukan Al-Qur’an seperti nyanyian dan rahbaniah (membaca tanpa tadabbur) dan nyanyian. Suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka (tidak dapat meresap ke dalam hati). Hati mereka dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar dari jalan yang lurus),” ujarnya mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al Baihaqi dan Imam At Tabharani.

Menurutnya, dalam dunia tilawah  tidak ada satupun ajang MTQ yang menggunakan langgam Jawa. [baca juga: Mantan Hakim MTQ: Pembacaan Quran Langgam Jawa Akan Picu Masalah]   

“Walaupun dikatakan bertujuan untuk menjaga tradisi Nusantara, tetapi dalam ajang MTQ di Indonesia sekalipun, tidak ada peserta yang menggunakan langgam Jawa. Semua menggunakan Araby,” terangnya.*/ Yahya Ghulam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:penghafal al-QuranSunan Ampeltahfidz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah Saatnya Pemerintah dan DPR Rumuskan RUU Anti Prostitusi
Tulisan selanjutnya PM Davutoglu Kampanye, Adzan Ditunda 30 Menit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?